Kerinci jadi daerah wisata agro

ilustrasi (net)

.....Tanaman tersebut kendati juga ada atau dihasilkan daerah lain, namun ciri dan rasa yang diproduksi petani di Kabupaten Kerinci keunggulan tertentu.....
Berita Terkait

Jambi, (ANTARA Jambi) - Kabupaten Kerinci, wilayah paling barat Provinsi Jambi, berpotensi dijadikan tempat wisata agro karena memiliki tanaman buah lokal seperti jeruk, manggis, terung pirus dan alpukat.

Kabag Humas Kabupaten Kerinci Azmal Padi di Jambi, Senin, mengatakan pihaknya juga sudah berusaha mempatenkan sejumlah tanaman atau buah lokal tersebut.

"Tanaman tersebut kendati juga ada atau dihasilkan daerah lain, namun ciri dan rasa yang diproduksi petani di Kabupaten Kerinci keunggulan tertentu," katanya.

Ia menyebutkan, khusus jeruk pihaknya sudah mengembangkan tanaman tersebut di atas areal ratusan hektare, dalam upaya memperkenalkan pada dunia luar bahwa kabupaten paling barat provinsi itu memiliki jeruk khas daerah.

Jeruk asli yang berasal dari Desa Pulau Tengah, Kecamatan Danau Kerinci itu memiliki ciri khas selain amat manis dan kulitnya rapuh, sehingga mudah dikupas.

Kabupaten Kerinci yang memiliki struktur tanah subur dan hawa dingin sangat cocok untuk tanaman tersebut, karena terletak di kaki Gunung Kerinci.

Usaha pengembangan tanaman jeruk yang sudah dilakukan di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, telah memberikan hasil yang memuaskan, turut memotivasi petani lainnya untuk melakukan hal yang sama.

Pemilik jeruk yang berhasil itu, mampu meraih keuntungan yang tidak sedikit, dan jeruk yang dihasilkannya tidak saja untuk memenuhi kebutuhan lokal, dan kabupaten tetangga, bahkan sudah menembus pasar ekspor.

Pemerintah khususnya dinas pertanian, memberikan dukungan pada petani baik modal maupun bibit serta pembinaan agar usahanya dalam mengembangkan dan mempromosikan jeruk asli Kerinci itu berhasil.

  "Wisatawan dapat berkunjung sambil menikmati rasa buah tersebut, baik rasa buah segar atau yang sudah diolah seper juice dan lainnya," kata Azmal Padi.(T.M037)

Editor: Nurul Fahmi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar