Palembang (ANTARA Jambi) - Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mengajak pengrajin anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia untuk mengikuti ajang penghargaan "Dekranas Award 2013" karena pemenang akan mewakili negara pada "UNESCO Award of Excelence for Handicraft Product".


"Kesempatan masih terbuka bagi para pengrajin karena proses penilaian akan dimulai pada Februari, sedangkan pemenang diumumkan pada Maret 2013," kata Ketua Dekranas Okke Hatta Radjasa pada pembukaan pameran dagang IWAPI di Palembang, Selasa.


Respon positif dari pengrajin sangat diharapkan agar peluang Indonesia memenangkan penghargaan bergengsi itu menjadi terbuka mengingat hingga kini baru mengantongi 24 karya kerajinan.


"Semakin banyak karya yang ikut, akan besar kesempatan untuk mendapatkan yang terbaik. IWAPI perlu mendorong pengusahanya yang tersebar di seluruh Indonesia dengan anggota mencapai 20.000 orang," katanya.


Kerajinan itu diharapkan memiliki inovasi, efisiensi, dan diutamakan yang ramah lingkungan yang terbagi dalam tujuh kategori yaitu keramik, serat alam, kayu, kain, bantuan, logam, dan bahan alam lainnya.


"Kategori dan kriteria Dekranas Award juga akan merujuk penilaian UNESCO Award yakni didasarkan pada kualitas produk, keaslian produk, inovasi, serta daya jual," ujarnya.


UNESCO Award dilaksanakan setiap dua tahun, sedangkan pada 2012 ini diselenggarakan di Kuching, Malaysia. Para pemenang UNESCO Award akan menerima "Certificate of Excellence" sebagai promosi kualitas dan keaslian produk yang diakui di tingkat dunia.


Pendaftaran produk untuk seleksi Dekranas Award akan berlangsung hingga 31 Desember 2012, sedangkan penjuriannya dilaksanakan pada Februari 2013.


Juri terdiri atas para pakar, praktisi dan akademisi yang ahli di bidang kerajinan. Setelah proses seleksi dan pengumuman pemenang, Dekranas Award akan diserahkan pada Maret 2013 atau bertepatan dengan hari jadi.


Ia optimistis Indonesia dapat meraih UNESCO Award karena Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kerajinan.(Ant)

Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar