Jambi (ANTARA Jambi) - Warga lima desa di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, minta agar PT Ranhil segera membayar ganti rugi akibat survei seimik yang telah dijanjikan.


PT Ranhil adalah perusahaan yang mengerjakan survei seismik di lahan warga di Kecamatan Betara dan sekitarnya, namun hingga kini belum memberi kepastian terkait pembayaran ganti rugi dari pekerjaannya.


H. Khairul Anam, salah satu perangkat Desa Sungai Terap Kecamatan Betara ketika ditemui, Rabu mengaku dirinya selalu menjadi tempat pertanyaan warga terkait ganti rugi kegiatan seismik yang melintasi kebun warga.


"Kami ini selalu ditanya warga kapan pembayaran ganti rugi seismik dilaksanakan," katanya.


Hal senada juga disampaikan warga Parit Dua Desa Kuala Baru Kecamatan Betara, yang sangat berharap adanya pembayaran ganti rugi seismik tersebut.


"Janjinya sebelum lebaran, tapi lebaran sudah lewat belum juga ada kepastian pembayaran," kata warga yang lahan kebunnya dilintasi survei seismik.


Ia mengtatakan, ganti rugi jalur survei seismik di kebun warga dan areal kelompok tani masyarakat itu sangat diharapkan warga, apalagi saat ini harga komoditi pertanian seperti pinang dan kelapa sedang anjlok.


Kepala Desa Suwak Labu Nurman mengatakan, warganya sangat berharap pembayaran ganti rugi korban seismik bisa segera dibayarkan, karena hingga saat ini semakin tidak jelas.


"Banyak warga yang sudah mengeluh kepada saya, kapan pembayaran seismik dilaksanakan," ujarnya.


Sementara itu, Rusnadi, Kepala Desa Tanjung Pasir kecamatan Kuala Betara mengatakan, di wilayahnya banyak warga yang resah menunggu pembayaran ganti rugi dari kegiatan seismik yang dilaksanakan oleh PT Ranhil.


"Kita mendesak pihak perusahaan agar secepatnya membayar ganti rugi kepada warga," ujarnya.


Basori, salah satu pelaksana ganti rugi pembayaran kegiatan Seismik PT Ranhill ketika dikonfirmasi mengatakan, terlambatnya permbayaran ganti rugi seismik dikarenakan banyak pegawainya yang mengambil cuti sebelum lebaran.


"Seharusnya dibayarkan sebelum lebaran, tapi para karyawan bagian administrasi keburu cuti," katanya.(Ant)

Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar