Jambi (ANTARA Jambi) - Produksi kopi jenis Liberika yang dibudidayakan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, mencapai 270 ton per tahun.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Provinsi Jambi Putri Rainun ketika ditemui di Jambi, Kamis menerangkan, kopi Liberika memang belum terlalu dikenal oleh masyatakat Indonesia.

"Umumnya kopi yang dikonsumsi oleh masyarakat selama ini merupakan jenis Arabika dan Robusta," katanya.

Oleh karena belum dikenal luas, petani kopi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat terpaksa masih mengandalkan Malaysia sebagai tujuan ekspor utama.

"Malaysia merupakan negara pengekspor utama kopi Liberika. Untuk saat ini, namanya disebut menjadi kopi Liberika Tungkal Komposi," ujarnya.

Putri menjelaskan, Provinsi Jambi merupakan wilayah penghasil kopi jenis Liberika terbesar di Indonesia dengan total produksi sebanyak 270 ton dalam setahun dengan areal tanam seluas 3.000 hektare.

Meski begitu, ia mengakui, petani kopi asal Jambi masih sulit untuk memasarkan produknya dikarenakan masyarakat masih belum terlalu familiar dengan jenis kopi ini. Terlebih lagi, bentuk kemasan kopi ini masih tergolong konvensional.

"Para petani belum mampu membuat kemasan yang menarik, sehingga belum terlalu dilirik pasar. Padahal kopi Liberika memiliki rasa yang lebih enak dibandingkan dengan kopi lainnya,” katanya.

Saat disinggung soal harga, ia mengatakan, harga kopi Liberika memang cukup tinggi. Jika kopi Robusta dipatok mulai dari harga Rp18.000 –Rp20.000/Kg, dan kopi Arabika dengan harga Rp24.000 hingga Rp28.000/Kg, sementara kopi Liberika dibanderol di harga Rp35.000 perkilonya.

"Perbedaan harga inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa kopi Liberika lebih banyak diekspor," tuturnya.

Meningkatnya ekspor kopi Liberika ini membuat Putri optimistis bahwa peluang petani kopi untuk sejahtera dapat terwujud.(Ant)

Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar