Kompleks Candi Muaro Jambi minim tempat sampah

id berita jambi terkini, komplek percandian, minim pembuangan sampah, candi muaro jambi,
Jambi, Antarajambi.com - Kompleks candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, minim tempat sampah sehingga meskipun sebagian pengunjung menyikapinya dengan menenteng bekas wadah jajanan, lingkungan setempat tetap kotor.

Di tempat pembukaan Festival Candi Muaro Jambi, Jumat, misalnya, sejumlah pengunjung mengeluhkan minimnya tempat sampah yang seharusnya disediakan pengelola kompleks percandian.

"Harusnya di tempat ramai seperti ini ada tempat sampah, apalagi ini ada acara festival," kata pengunjung yang berasal dari Kota Jambi, Bakar.

Kondisi yang sama juga terlihat di pinggir jalan yang menjadi akses pengunjung dalam menuju lokasi pusat kegiatan Festival Candi Muaro Jambi sehingga sejumlah wisatawan harus menenteng sampah plastik jajanan.

Tak sedikit pengunjung yang membuang sampah secara sembarangan karena minimnya tempat sampah sehingga kawasan itu kotor.

"Pemerintah harus menyediakan tempat sampah, kami masuk ke kawasan ini pun juga bayar karcis, kalau sampahnya numpuk di mana-mana `kan tidak enak dilihat, kotor," katanya.

Pada iven Festival Candi Muaro Jambi yang dibuka Kamis (11/5) bertepatan dengan hari libur nasional Tri Suci Waisak, pengunjung kawasan candi mencapai ribuan untuk menyaksikan sejumlah penampilan acara seni budaya.

Pengunjung mulai berdatangan sejak Rabu malam (10/5) untuk menyaksikan pelepasan seribu lampion lokasi itu.

Situs purbakala candi Muarojambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha di areal 3.981 hektare.

Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi, tpatnya di tepi Sungai Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi.

Menurut Wikipedia, candi-candi tersebut diperkirakan berasal dari abad ke-11 Masehi. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di Pulau Sumatera. Sejak tahun 2009 Kompleks Candi Muaro Jambi telah dicalonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.


Editor: Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga