Minggu, 23 Juli 2017

Mensos: Jangan sampai SAD terisolasi dari masyarakat

id berita jambi terkini, mensos, rumah SAD, sad,
Mensos: Jangan sampai SAD terisolasi dari masyarakat
Jambi - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat peletakan batu pertama pembangunan Balai Sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Kabupaten Sarolangun, Senin (15/5). (Foto Antarajambi.com/Warsun Arbain)
Jambi, Antarajambi.com - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Suku Anak Dalam (SAD) Jambi jangan sampai terisolasi dari masyarakat umum karena mereka juga butuh hidup layak.

"Jangan sampai SAD terisolasi dari kehidupan masyarakat biasa, kebutuhan tempat hidup layak huni juga penting untuk kehidupan mereka," katanya di Jambi, Selasa.

Saat meletakkan batu pertama pembangunan Balai Sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) Sungai Surian Desa Pulau Lintang, Kabupaten Sarolangun Jambi, Khofifah mengatakan Balai Sosial penting dilaksanakan sebagai bagian dari perhatian dan keseriusan pemerintah pusat dalam mengakomodasi kebutuhan SAD.

Pembangunan tersebut katanya berdasarkan hasil kunjungan kerjanya ke Sarolangun sebelumnya. Ia mengatakan atas hal itu pihaknya Mengkordinasikan dengan Dirjen Pemberdayaan Sosial yang membidangi Pemberdayaan KAT dan SAD.

"Pada saat itu saya melihat rumah mereka itu masih gubuk-gubuk yang sudah sangat rapuh dan saya tanya sekarang, senang gak sudah punya rumah, senang bu jawabnya sekarang kami tidak kehujanan," ungkap Mensos Khofifah.

Selain peletakan batu pertama pembangunan Balai Sosial SAD senilai Rp50 juta, Mensos juga menyerahkan bantuan pengerasan jalan sepanjang 1 kilometer dengan nilai Rp200 juta. Dan penyerahan "solarcell" (penerangan tenaga surya), genset, TV untuk warga sebanyak 123 KK serta meninjau pembangunan pemukiman.

Mensos mengatakan pemberian tersebut berawal saat ia berbincang dengan anggota SAD, tentang bagaimana saat ini mereka sudah memiliki rumah tinggal dan saat itu mereka juga bercerita menginginkan penerangan listrik di lingkungannya.

"Maka saya berkomunikasi dengan teman saya yang kebetulan punya program solarcell, jadi ini adalah CSR dari yayasannya khusus SAD dan KAT," tuturnya.

Menurutnya, solarcell itu tahan delapan sampai sepuluh tahun. Andai dilanjutkan dengan PLN maka kemungkinan daya beli mereka juga sudah meningkat.

Selanjutnya yang dibutuhkan adalah infrastruktur jalan dan kehadiran posyandu, hal tersebut supaya layanan kesehatan bisa terjangkau serta tidak harus keluar dari komunitas dan lingkungannya.

Ia menilai Balita di pemukiman SAD itu membutuhkan layanan tidak hanya imunisasinya, tapi juga timbang badannya, cek gizinya termasuk pemberian makanan tambahan.

"Seperti itulah upaya pemberdayaan terhadap komunitas adat terpencil itu, di mana akan berseiring dengan akses pendidikan, kesehatan dan termasuk akses ekonomi," ujarnya, menambahkan.


Editor: Dodi Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga