Minggu, 24 September 2017

Wagub: jangan mudah terprovokasi isu tidak jelas

id Wagub: jangan mudah terprovokasi isu tidak jelas
Wagub: jangan mudah terprovokasi isu tidak jelas
-Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar (Foto Antarajambi.com/ Dodi Saputra)
Jambi, Antarajambi.com - Wakil Gubernur Jambi Fachrori mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu tidak jelas yang memecah belah persatuan dan kesatuan.

Sebab itu masyarakat diminta untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam meningkatkan pembangunan di berbagai sektor.

Hal tersebut dikatakannya dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Merangin, bersama tokoh masyarakat di Masjid Baitul Amin Desa Lubuk Punguk, Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin, Sabtu (9/9) malam.

Dalam pertemuan yang membahas Wawasan Kebangsaan itu, Wagub mengatakan bahwa memahami Wawasan Nusantara mencakup empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika, yang harus dipelajari dengar benar sesuai dengan ketentuan.

"Wawasan Kebangsaan salah satunya cara pandang mengenai tanah air sebagai negara kepulauan dan sikap bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya. Tentunya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.

Wagub mengatakan saat ini bangsa Indonesia diuji dengan berbagai macam isu-isu atau banyak berita-berita yang kurang jelas asal usulnya, sebab itu masyarakat jangan mudah terhasut dan terprovokasi.

Sementara itu, Bupati Merangin Al Haris mengungkapkan terkait wawasan kebangsaan, saat ini ada persoalan yang mendesak di wilayahnya. Yaitu masalah perambah hutan yang terjadi di tiga kecamatan di Merangin. Yakni Jangkat, Jangkat Timur dan Lembah Masurai.

"Wilayah Merangin mempunyai wilayah yang luas dan masih banyak hutan termasuk Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tetapi banyak perambah hutan datang dari wilayah tetangga. Sudah beberapa kali dilakukan penertiban, tapi terus terjadi bentrok antar warga pendatang dengan warga setempat. Untuk itu kami perlu bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi mencarikan solusi ini," kata Haris.(Ant)

Editor: Dodi Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2017