Minggu, 24 September 2017

SLI III Jambi hasilkan padi 5,61 ton per hektare

id bmkg, jambi, beras, padi, sli, lapangiklim

Jambi, 11/9 (Antara) - Sekolah Lapang Iklim (SLI) tahap III di Desa Pematang Pulai, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, menghasilkan padi rata-rata sebanyak 5,61 ton per hektare, kata Deputi bidang Klimatologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo, Senin.
"Hasil yang diperoleh dari survei ubinan yang dilakukan pada lahan peserta SLI ke-III ini diperoleh produktivitas rata-rata sebesar 5,61 ton per hektare," kata Mulyono Rahadi dalam penutupan SLI ke-III yang juga dirangkai kegiatan panen raya.
Pihaknya menilai sekolah lapang iklim yang diselenggarakan bagi kalangan petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian padi di Provinsi Jambi.
Bahkan dari produktivitas rata-rata sebesar 5.61 ton per hektare itu terdapat nilai tertinggi 7,02 ton per hektare dan terendah 4,16 ton per hektare.
Produktivitas melalui SLI itu juga bahkan lebih tinggi 47,6 persen terhadap produktivitas desa sebanyak 3,80 ton per hektare dan meningkat 21,9 persen dari pada produktivitas padi di Kabupaten Muarojambi sebanyak 4,60 ton per hektare.
Dalam sekolah lapang iklim ini dengan lahan tanam yang luasnya hanya 4.000 meter persegi (m2) dapat mempengaruhi lahan sekitarnya untuk mengikuti rekomendasi sehingga terjadi penambahan luas (scale up) menjadi 150 hektare.
Para Peserta SLI sebanyak 28 orang yang terdiri dari Kelompok Tani Mekar Sari 1 dan perwakilan dari 4 Kelompok Tani yang ada di Desa Pematang Pulai dan desa Sekitarnya.�
Selain itu rangkaian sekolah lapang iklim yang diselenggarakan selama satu musim tanam ini (Juni-September 2017) dari aspek iklimnya adalah menanam padi dengan menggunakan bibit unggul varietas Inpara 3 yang berumur pendek (116-125 HSS).
Penggunaan bibit ini untuk mengantisipasi kemungkinan banjir diawal musim hujan Tahun 2017/2018 dan menanam padi di awal musim kemarau periode Juni-Juli-Agustus-September (JJAS) 2017, dengan asumsi tahun 2017 ini merupakan tahun normal.
Prakiraan curah hujan bulanan pada periode JJAS berkisar antara normal-atas normal.
Sedangkan dari aspek budidaya, kata Mulyono Rahardi, menggunakan Petroganik sebagai pupuk dasar yang dapat memperbaiki struktur tanah dan aerasi tanah.�
Selain itu pola tanam menggunakan Pola Jajar Legowo 2:1 yang memudahkan aplikasi pupuk dan pengendalian OPT. ***3***




(T.KR-DDS/B/S023/S023) 11-09-2017 20:14:19

Editor: Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga