Jambi (ANTARA Jambi) - Gubernur Jambi Hasan Basri Agus menyatakan akan mengusulkan hujan buatan kepada pemerintah pusat melalui Kementrian Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat untuk mengurangi kebakaran lahan dan hutan di daerah itu.

"Sejak beberapa hari terakhir dampak kebakaran lahan dan hutan sudah mengganggu kondisi penerbangan di Jambi. Apalagi akan ada pelaksanaan Pekan Olaharga Nasional (PON) di Riau, jangan sampai terganggu asap," ujarnya usai meninjau lokasi kebakaran lahan di Desa Arang Arang, Kecamatan Kumpe Ulu, Kabupaten Muarojambi.

Kebakaran lahan dan hutan di Sumatera, khususnya di Jambi merupakan pengalaman yang kerap terjadi setiap tahun saat musim kemarau panjang tiba.

"Setiap menghadapi kemarau, pemerintah daerah bersama instansi terkait sudah sejak jauh hari memberikan himbauan maupun sanksi bagi siapa saja termasuk perusahaan yang dengan sengaja membakar lahan," katanya.

Hanya saja, sebagian besar lokasi yang terbakar merupakan lahan gambut yang bisa saja terbakar dengan mudah apabila memasuki musim kemarau panjang tiba.

Untuk mengantisipasi munculnya kebakaran lahan, Pemprov Jambi telah membentuk tim penanggulangan kebakaran dan asap yang terdiri dari berbagai instansi terkait seperti, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan lainnya.

"Kami juga telah menyiagakan tim kesehatan yang sewaktu waktu siap membagikan masker khusus apabila kondisi udara di Jambi semakin tidak sehat," ujarnya.

Pada Selasa (28/8), Kementrian Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat akan memanggil beberapa gubernur terkait bencana kebakaran lahan dan hutan tersebut.

"Pada rapat tersebut, saya akan mengusulkan adanya bantuan hujan buatan. Mudah mudahan bisa disetujui mengingat kondisi kebakaran ada di kawasan gambut yang memang sangat sulit dipadamkan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Zubaidi AR mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 3.000 masker yang sewaktu-waktu bisa dibagikan kepada masyarakat.

"Jumlah itu bisa ditambah melihat kondisi di lapangan nantinya. Kami juga terus berkoordinasi dengan tim lain terkait kondisi asap dan kebakaran di Jambi ini," katanya.(Ant)

Pewarta:

Editor : Edy Supriyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2012