Jambi (ANTARA Jambi) - Tim Rukyatul Hilal di Jambi gagal melihat hilal sebagai dasar penentuan waktu Ramadhan.

"Ada beberapa alasan kenapa hilal tidak bisa terlihat di Jambi," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto kepada wartawan usai pelaksanaan rukyat di Jambi, Senin.

Tidak terlihatnya hilal di Jambi pertama adalah tidak memenuhi tiga unsur hilal awal Ramadhan, yakni ijtima', tinggi hilal mar'I dimana terlihat 0 derajat, 24 menit 3,8 detik atau kurang dari satu derajat 35 menit 56,62 detik. Jumlah itu kurang dari batas minimal dua derajat yang ditentukan.

Kemudian adalah posisi hilal dengan matahari terbenam atau waktu maghrib yakni 0 derajat 52 menit 29,8 detik atau kurang dati dua derajat tujuh menit 30,2 detik dari minimal tiga derajat yang telah ditentukan.

"Hasil ini akan kami laporkan ke sidang Isbat di Jakarta hari ini," tambahnya.

Sementara itu, salah satu tenaga ahli hisab Provinsi Jambi, Rahmadi menambahkan, tidak hanya memenuhi tiga unsur tersebut, timbulnya awan dan hujan ringan juga menyebabkan penoropongan hilal di lantai 11 salah satu hotel di Kota Jambi itu.

"Dengan melihat pertimbangan pertimbangan. Maka, sebelum dilakukan rukyatul hilal, besar peluang terjadi istikmal atau penentuan bulan Sya'ban 1434 Hijriah digenapkan menjadi 30 hari, sehingga berpeluang besar 1 Ramadhan 1434 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 10 Juli 2013," jelasnya.

Sementara itu, prakirawan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Kurnianingsih mengakui, kondisi kabut dan hujan ringan di Jambi menjadi salah satu kendala saat peneropongan hilal di Jambi.(Ant)

Pewarta: Bangun Santoso

Editor : Edy Supriyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2013