Jakarta (ANTARA Jambi) - PT Pertamina (Persero) menurunkan tingkat susut pasokan bahan bakar minyak menjadi 0,2 persen dari posisi 0,23 persen pada Januari 2015.

Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan Pertamina Wianda Pusponegoro di Jakarta, Sabtu, mengatakan selama dua bulan pertama 2015, tingkat susut pasokan (supply losses) BBM terus turun.

"Pada Januari, tingkat 'losses' mulai turun ke 0,23 persen dan bulan selanjutnya menyentuh angka target 0,2 persen," katanya.

Menurut dia, tingkat susut pasokan BBM tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode November-Desember 2014 yang masih mencapai level antara 0,27-0,28 persen.

Apalagi, lanjutnya, jika dibandingkan tingkat toleransi susut yang berlaku secara global yaitu 0,5 persen.

"Kami akan terus menekan tingkat 'losses' atau mempertahankan level terbaik itu sehingga target 'supply losses' 0,2 persen sampai akhir tahun dapat dicapai. Apabila itu terjadi, dalam perhitungan kami setidaknya efisiensi yang dapat diperoleh dari upaya itu dapat mencapai 100 juta dolar AS selama setahun," katanya.

Wianda menambahkan, penurunan susut tersebut membuat operasi pasokan BBM menjadi lebih efisien.

"Penurunan tingkat 'losses' dalam proses pasokan BBM menjadi komitmen Pertamina, sehingga dapat mendatangkan efisiensi bagi perusahaan. Situasi industri migas dunia yang sedang 'turbulence' saat ini merupakan momentum yang tepat untuk lebih kuat berupaya menekan 'losses'," ujarnya.

Sejumlah langkah penurunan susut antara lain penggunaan teknologi untuk mencegah deviasi dalam proses pengangkutan seperti "autoschedulling shipment" mobil tangki, "GPS tracking" mobil tangki,  pencegahan deviasi perhitungan dengan melakukan revitalisasi "automatic tank gauging" (ATG), "metering system" pada terminal penyaluran, "backloading", dan terminal untuk pipanisasi.

Serta, lanjut Wianda, melalui pembuatan aplikasi-aplikasi yang dapat menjamin keakuratan perhitungan kargo. (Ant)

Pewarta: Kelik Dewanto

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2015