Jambi (ANTARA Jambi) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menurunkan petugasnya untuk memantau keberadaan seekor anak gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang terpisah dari induk dan rombongannya di Kabupaten Tebo, provinsi itu.

"Sudah ada petugas kita di lokasi guna mencari keberadaan induk gajah itu, kalau sudah diketahui maka nanti anak gajah tersebut akan digiring ke rombongannya," kata Kepala BKSDA Jambi Syahimin dihubungi di Jambi, Senin.

Anak gajah tersebut kata dia, terpisah dari induk dan rombongannya di salah satu kebun milik warga di Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi.

Anak gajah yang terpisah dari rombongannya itu kata Syahimin diperkirakan umurnya sekitar dua tahun, dan kondisinya masih sehat dan mempunyai gerakan yang lincah.

"Informasi dari petugas kita di lapangan kondisi anak gajah itu sehat, dan keberadaanya kita pantau terus. Dan sampai saat ini posisi induknya belum diketahui," kata dia.

"Yang jelas petugas di lapangan selalu koordinasi dengan saya, dan jika induknya sulit diketahui posisinya nanti ada upaya lain untuk menyelamatkan anak gajah tersebut," katanya lagi.

Anak gajah yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 100 centimeter itu diduga berasal dari kelompok Gajah Sumatera yang populasinya menjelajah area Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di wilayah Kabupaten Tebo.

"Bisa nanti kita upayakan digabungkan dengan rombongan induknya atau bisa juga digabungkan dengan rombongan gajah lainnya, agar anak gajah itu jangan sampai tinggal dan merusak kebun warga," katanya menambahkan.


Pewarta: Gresi Plasmanto

Editor : Azhari


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2016