Padang (Antaranews Jambi) - Jamaah Tarekat Naqsabandiyah, Sumatera Barat sudah mulai melaksanakan puasa Ramadhan 1439 Hijriah pada Selasa, setelah Senin (14/5) malamnya melaksanakan shalat tarawih.

"Kami mengambil sistem hisab berdasarkan malam saat Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah," kata pimpinan Tarekat Naqsabandiyah Sumbar, Syafri Malin Mudo di Padang, Selasa.

Perhitungannya, kata dia, berdasarkan saat Rasulullah hijrah pada Rabu petang, dan malam Kamis.

Artinya, satu hari puasa dihitung berdasarkan malam nabi hijrah dan perhitungannya setiap tahun Hijriah puasa digenapkan menjadi 30 hari.

Naqsabandiyah berpuasa dalam setahun dengan perhitungan 30 hari puasa Ramadhan dan 6 hari puasa Syawal.

Dengan demikian, Idul Fitri akan jatuh pada 1 Syawal tepatnya 13 Juni 2018.

Khusus untuk pelaksanaan shalat tarawih, shubuh dan Idul Fitri akan dipusatkan di Mushalla Baitul Makmur, Pasar Baru, Kecamatan Pauh Padang.

Dia menegaskan Naqsabandiyah tidak memiliki perbedaan dengan tarekat mana pun dan semua bebas ikut shalat tarawih atau shubuh berjamaah.

Sebab, kata dia, secara ajaran tidak ada perbedaan, seperti shalat tarawih dengan 23 rakaat dan 12 kali salam, serta shalat Id dengan 12 kali takbir.

Menurutnya, 12 kali takbir itu bagian dari 12 bulan dalam satu tahun Hijriah.

Terkait kemungkinan adanya perbedaan pelakasanaan puasa dengan pemerintah dan organisasi Islam lainnya, Syafri menghormatinya sebagai kekayaan pemikiran dan tetap mengajak untuk melaksanakan puasa dengan khusyuk dan sungguh-sungguh. ***

Pewarta: M R Denya Utama

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2018