Wakil Presiden Ma’ruf Amin menerima kunjungan Duta Besar Turki untuk Indonesia Mahmut Erol Kilic di Kantor Wapres Jakarta, Rabu, untuk berdiskusi tentang upaya peningkatan kerja sama bilateral termasuk mengkampanyekan Islam yang penuh damai.

“Saya mengajak beliau bahwa kita harus menyuarakan ini, karena beberapa ideologi yang mengerikan sudah menghancurkan pemahaman kita terhadap Islam yang penuh damai dan saling mengerti satu sama lain,” kata Kilic usai pertemuan di Jakarta, Rabu.

Kilic mengatakan Turki dan Indonesia memiliki kesamaan dalam sejarah tradisional Islam serta dalam menerapkan ajaran agama Islam.

Indonesia dan Turki perlu bekerja sama dalam menyuarakan Islam moderat di saat dunia mulai menurunkan kepercayaannya akibat aksi-aksi teror yang mengatasnamakan Islam.

“Kita sama-sama Islam yang moderat, tapi sayangnya suara kita tidak terlalu didengar di dunia yang modern ini. Kita akan meningkatkan kerja sama dalam menghadapi radikalisme,” tegasnya.

Dalam menghadapi aksi teror dan radikal, Kilic menilai salah satu upaya solutif yang dapat dilakukan adalah dengan menyebarkan pemahaman Islam moderat kepada masyarakat internasional. Sehingga, kerja sama antarnegara dalam mengkampanyekan Islam yang damai dan anti-perang harus terus digalakkan.

“Kita harus bersatu, bersama-sama menyuarakan itu. Insya Allah kita akan mengambil langkah-langkah kerja sama yang baik untuk perdamaian dunia, bukan hanya untuk perdamaian dunia Islam saja. Islam itu damai, kita harus kembalikan ke pemahaman itu,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Kilic juga mengajak pimpinan perusahaan energi terbesar di Turki Karadeniz Holding, Nuri Dogan Karadeniz, yang juga pemilik perusahaan Karpowership Turki. Kedatangan pengusaha energi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Turki.

Baca juga: Turki belum tahu apakah akan deportasi WNI eks-ISIS

Baca juga: Indonesia-Turki bahas negosiasi kemitraan ekonomi komprehensif

Pewarta: Fransiska Ninditya

Editor : Ariyadi


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2020