BPS Provinsi Jambi baru saja merilis angka Indeks Pembangunan Manusia atau yang lebih dikenal dengan IPM pada awal Desember ini. Dalam rilisnya, BPS Provinsi menyampaikan bahwa pertumbuhan IPM Jambi menunjukkan tren positif dengan angka IPM di tahun 2022 ini mencapai 72,14. Angka IPM Jambi ini meningkat sekitar 0,71 persen dibandingkan dengan IPM 2021.
 
Sejak tahun 2018, IPM Provinsi Jambi sudah masuk ke dalam kategori tinggi karena angkanya sudah melebihi 70. Ini artinya pembangunan manusia yang dilakukan pemerintah daerah di Provinsi Jambi telah menunjukkan keberhasilannya. SDM selain target pembangunan, juga merupakan modal dasar dalam pembangunan itu sendiri. Bagaimana tidak, dengan SDM yang baik pembangunan dapat berjalan dengan baik.
 
IPM Jambi jika dibandingkan dengan angka IPM nasional masih sedikit lebih rendah, walau secara kategori sama-sama dalam kategori tinggi. IPM nasional di tahun 2022 ini sudah mencapai 72,91. Di antara Provinsi-provinsi se-sumatera, IPM Jambi berada di urutan ke 8 dari 10 Provinsi. Ranking Jambi lebih baik dibandingkan Sumatera Selatan dan Lampung.
 
IPM merupakan indikator komposit yang dapat menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam wujud pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar yaitu 1. Umur panjang dan hidup sehat, 2. Pengetahuan dan 3. Standar hidup layak. IPM pertama kali diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan. 
 
IPM juga merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM suatu daerah juga dapat diperbandingkan dan dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah. IPM menjadi data strategis untuk mengukur kinerja pemerintah. 
 
Dalam pengukurannya dimensi umur panjang dan hidup sehat direpresentasikan oleh indikator umur harapan hidup saat lahir (UHH). Dimensi pengetahuan direpresentasikan oleh angka harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). Untuk dimensi standar hidup layak direpresentarikan oleh indikator pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan. Indikator ini diperoleh dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional.
 
Kembali ke angka IPM Jambi, BPS mencatat rata-rata pertumbuhan IPM Jambi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2013-2022) sebesar 0,70 persen. Seiring dengan IPM, indikator-indikator pembentukannya juga menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Umur harapan hidup Jambi di tahun 2022 sudah mencapai 71,50 tahun. Angka rata-rata lama sekolah di Jambi mencapai 8,68 tahun atau setara dengan kelas 3 SMP. Kemudian pengeluaran perkapita pertahun yang disesuaikan mencapai 10,87 juta rupiah.
 
Lebih menarik lagi bila kita lihat kembali menurut kabupaten/kota. Kota Jambi tetap menjadi daerah dengan IPM tertinggi di Provinsi Jambi. IPMnya sudah mencapai 79,58, dan sebentar lagi bisa mencapai kategori sangat tinggi bila angkanya mencapai 80. Di posisi kedua ada Kota Sungai penuh dengan IPM 76,17 dan ketiga ada Kabupaten Kerinci dengan IPM 71,99.
 
Di posisi buncit masih tetap diduduki oleh Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan angka IPM mencapai 65,77 dan masuk kategori sedang. Tanjung Jabung Timur tetap harus diberikan apresiasi lebih, karena walau secara ranking berada pada urutan terakhir tetapi pertumbuhan IPM mereka merupakan yang tertinggi di Provinsi Jambi.
 
Apresiasi tinggi juga patut diberikan kepada Kabupaten Muaro Jambi, dimana IPM Muaro Jambi di tahun 2022 ini sudah masuk kategori tinggi. Secara kategori Muaro Jambi sudah dapat disejajarkan dengan Kota Jambi, Sungai Penuh, Kerinci, Sarolangun, Batanghari dan Bungo yang sudah terlebih dahulu mendapatkan predikat IPM Tinggi. Muaro Jambi patut berbangga dengan pencapaian ini, karena ini menjadi pengakuan langsung akan keberhasilan pembangunan SDM di Muaro Jambi.
 
Pembangunan Sumber Daya Manusia bukanlah pekerjaan yang hanya dikerjakan pada satu waktu saja, tetapi perlu berkesinambungan dan konsisten. Pembangunan SDM di Provinsi Jambi terus menunjukkan kemajuan berarti, ini terlihat dari tren positif pertumbuhan IPM yang selalu meningkat. Percepatan pembangunan tidak hanya perlu dilakukan pada satu dimensi saja, tetapi pada semua dimensi kualitas manusia (kesehatan, pendidikan dan standar hidup layak).
 
Pada sektor kesehatan, pemerintah dapat meningkatkan akses penduduk ke fasilitas kesehatan. Keterbatasan akses penduduk salah satunya dikarenakan ketiadaan biaya, sehingga sewajarnya jika pemerintah memberikan bantuan BPJS PBI bagi mereka yang belum memiliki jaminan kesehatan. 
 
Perbaikan sanitasi, penuntasan permukiman kumuh, penyediaan sumber air minum layak, dan menggalakkan perilaku hidup bersih dan sehat harus terus dilakukan. Pencegahan stunting pada anak harus tetap menjadi konsen pemerintah mulai dari 1000 hari pertama kehidupan, karena ini sangat menentukan kualitas SDM pada masa yang akan datang.
 
Pada sektor pendidikan, pemerintah harus menjamin tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena alasan biaya. Karenanya beasiswa yang diberikan harus benar-benar tepat sasaran. Selain itu, program wajib belajar 9 tahun harus segera direvisi menjadi 12 tahun, agar target pendidikan semakin baik.
 
Pada peningkatan standar hidup layak, pemerintah harus menjamin semua penduduk memiliki kesempatan yang sama dalam bekerja. Penjaminan iklim investasi yang baik akan menarik para investor tertarik untuk berinvestasi di Jambi, sehingga lapangan pekerjaan terbuka luas. Pemberian pelatihan bagi para pencari kerja, pemberian bantuan modal bagi UMKM dan masyarakat miskin, dan program-program pembangunan yang bersifat pemberdayaan dapat terus dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Termasuk juga bantuan sosial-bantuan sosial bagi masyarakat miskin masih perlu diberikan, karena ini menjadi booster peningkatan standar hidup. 
 
Pembangunan SDM merupakan investasi jangka panjang, dan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Dengan SDM yang berkualitas, bangsa kita akan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia dan tidak mustahil kedepannya kita akan menjadi bangsa yang maju. Penulis :Nopriansyah, SST, MSi, 
 Statistisi BPS Provinsi Jambi.

Pewarta: Tuyani

Editor : Syarif Abdullah


COPYRIGHT © ANTARA News Jambi 2022