.....Saat ini, pengembangan 22 kota terpadu mandiri (KTM) dari 48 KTM yang ada di kawasan transmigrasi diproyeksikan menyerap sebanyak 244.745 orang tenaga kerja," kata Roosari.....
Jakarta (ANTARA Jambi) - Dirjen Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (P2MKT) Kemenakertans Rosari Tyas Wardani mengatakan, program transmigrasi telah menciptakan 7.240 wirausahawan baru di lokasi transmigrasi dan sekitarnya dalam tiga tahun terakhir.
"Setiap tahun targetnya adalah 2.000 wirausahawan baru, tapi dalam tiga tahun telah terwujud 7.240 wirausahawan baru," ujar Rosari di Jakarta, Senin.
Selain menciptakan wirausahawan baru, pengembangan kawasan transmigrasi juga menyerap tenaga kerja yang cukup besar yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran dan masyarakat daerah sekitarnya.
"Saat ini, pengembangan 22 kota terpadu mandiri (KTM) dari 48 KTM yang ada di kawasan transmigrasi diproyeksikan menyerap sebanyak 244.745 orang tenaga kerja," kata Roosari.
Namun, untuk mendukung pembangunan nasional di Indonesia, Rosari mengatakan, pemerintah harus menetapkan program transmigrasi sebagai program wajib, dan bukan hanya program pilihan.
"Pengembangan kawasan transmigrasi dan penyerapan tenaga kerja yang berhasil di kawasan transmigrasi sangat strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Bahkan, sektor transmigrasi juga mengentaskan kemiskinan, pengembangan wilayah, dan pemberian areal atau lahan pada penduduk," kata Roosari.
Pengembangan wirausaha khusus di kawasan transmigrasi itu juga dilakukan tidak hanya sekadar memberikan bantuan pendanaan, melainkan juga melalui lembaga pendampingan Himpunan Wirausaha Ketransmigrasian (HWK).
"Dengan lembaga pembinaan dan pendampingan itu membuat para transmigran, serta penduduk di sekitar kawasan mendapat pengetahuan dalam mengembangkan kewirausahaan di lokasi transmigrasi," kata Roosari.
Dengan pembinaan dan pendampingan lembaga HWK, para transmigran telah mampu menghasilkan produk pengolahan dari hasil pertanian dan perkebunan yang ada di daerah tersebut, seperti makanan dari bahan baku kakao (coklat), makanan dari bahan baku beras, jagung, dan juga hasil perkebunan rotan, serta batik.(Ant)
: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.