......Untuk pasokan cabai memang 75 persen didatangkan dari luar daerah, yakni Sumatera Selatan dan Jawa Tengah......
Jambi (ANTARA Jambi) - Kepala Seksi Bina Usaha dan Distribusi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi, M Zaini mengatakan, kebutuhan cabai di Jambi sebagian besar dipasok dari luar daerah.

"Untuk pasokan cabai memang 75 persen kita masih mendatangkan dari luar daerah, yakni dari Sumatera Selatan dan juga Jawa Tengah," kata Zaini di Jambi, Sabtu.

Meski pasokan banyak berasal dari luar, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para pedagang agar ketersediaan di pasaran saat menghadapi puasa dan lebaran nanti bisa terpenuhi.

Dia mengatakan, mendekati bulan Ramadhan harga komoditas cabai di pasar Angsoduo mengalami lonjakan harga. Berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jambi harga cabai mengalami kenaikan hingga mencapai 40 hingga 63 persen.

Harga Cabai Merah Keriting mengalami kenaikan harga dari Rp20.000/ kilogram menjadi Rp28.000/ kilo atau sebesar 40 persen. Sementara harga Cabai Merah Biasa mengalami kenaikan harga dari Rp16.000 menjadi Rp26.000/kilo atau sebesar 63 persen. Selain cabai harga Bawang Merah juga mengalami kenaikan harga dari Rp28.000 Menjadi Rp34.000/ kilo atau sebesar 21 persen.

Sementara itu antisipasi melonjaknya harga kebutuhan pokok jelang bulan Ramadhan, kabupaten/kota di Provinsi Jambi diminta untuk melakukan intervensi pasar saat harga kebutuhan pokok melonjak.

Dari rapat terpadu Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi dan kabupaten/kota di Provinsi Jambi di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jambi lusa lalu, diketahui bahwa mendekati datangnya Bulan Ramadhan berbagai komoditas kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Ridham Priskap mengatakan, jika tidak diantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok yang terjadi saat Ramadhan bisa menambah laju inflasi di Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi.

Apalagi di Bulan Mei kemarin laju inflasi di Kota Jambi mencapai 1,18 persen lebih tinggi dibanding inflasi nasional yang hanya 0,5 persen.

Ridham mengatakan laju inflasi yang tinggi pada Mei kemarin dipengaruhi oleh 10 komoditas utama yakni Daging Ayam Ras, Cabai Merah, ikan Nila, Bayam, kangkung, Tomat Sayur, Teluar Ayam Ras, Pisang, Jengkol dan Jeruk.
   
"Ada 10 komoditas yang mempengaruhi laju inflasi, ada sayur mayur, cabai, bahkan jengkol termasuk komoditas termasuk penyumbang laju inflasi di Jambi, ini satu hal yang luar biasa yang selama ini kita anggap sepele ternyata jengkol bisa menyumbang laju inflasi," katanya.

Upaya yang harus dilakukan TPID menurut Ridham yakni tim dan juga pihak terkait harus meninjau ke pasar-pasar yang ada di daerah masing-masing sekaligus mengstabilkan harga dengan melakukan kegiatan operasi pasar saat dibutuhkan. (Ant)

Pewarta: Dodi Saputra
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026