......Hotspot paling banyak terpantau di Kabupaten Muarojambi, yakni sebanyak 14 titik......
Jambi (ANTARA Jambi) - Sebanyak 29 titik panas (hotspot) kembali terpantau di Jambi melalui satelit Terra Aqua pada Minggu yang jumlahnya menurun dibandingkan pantauan pada Sabtu (4/7) yang mencapai 35 titik.

Berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Thaha Jambi, dari Minggu pukul 07.00, hotspot paling banyak terpantau di Kabupaten Muarojambi, yakni sebanyak 14 titik.

Prakirawan BMKG Jambi, Dian Anggraini, Minggu, merincikan, 29 hotspot tersebut tersebar diantaranya di Kabupaten Muarojambi 14 titik, Kabupaten Sarolangun empat titik, Tanjabtim enam titik dan Tebo lima titik.

"Kondisinya terpantau ada 29 hotspot dan 14 di antaranya angka confidennya di atas 70 persen," kata Dian di Jambi.

Meski belum bisa dipastikan apakah hotspot tersebut merupakan lahan atau hutan yang terbakar, namun angka confiden di atas 70 persen ada indikasi terjadi kebakaran.

Menurutnya, kondisi arah angin dari selatan dan juga tenggara yang menuju ke arah Provinsi Jambi maupun wilayah Sumatera lainnya pada umumnya rawan jadi pengekspor asap. Andaikan terjadi kebakaran lahan atau hutan yang mengakibatkan kabut asap, diprediksi akan sampai ke Singapura.

Sedangkan untuk kondisi cuaca menurut Dian diperkirakan seminggu ke depan Jambi masih dalam kondisi cerah, maupun berawan dengan suhu maksimal mencapai 34 derajat celcius. Peluang terjadinya hujan menurutnya sangat kecil terjadi.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jambi, Dalmanto mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi menyiagakan ratusan personel Manggala Agni yang tersebar dibeberapa kabupaten/kota untuk mewaspadai terjadinya darurat kebakaran hutan dan lahan di daerah ini.

"Personel yang disiagakan itu tersebar di pos Manggala Agni Mada Ops Kabupaten Sarolangun, Tebo, Batanghari, Bukit Tempurung serta Kota Jambi. Sedikitnya ada 292 personil, kata Dalmanto.

Selain personel Manggala Agni, sekitar 300 personel dari masyarakat peduli api Brigade Kebakaran Hutan dan Lahan juga disiapkan untuk mewaspadai kebakaran. Tidak hanya itu, disetiap BPBD Kabupaten/Kota juga sudah ada Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, jumlahnya masing-masing kabupaten 30 personel.

"Artinya semua sumber daya manusia kita kerahkan, karena ini sudah memasuki musim kemarau," kata Dalmanto menjelaskan.

Selain menyiagakan personil, Pemerintah kata Dalmanto juga akan membahas protap penanganan yang akan melibatkan instansi terkait, seperti Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, TNI dan Polri, pada Senin (6/7) besok. (Ant)

Pewarta: Dodi Saputra
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026