Usai mendengarkan pidato Presiden di gedung DPRD Provinsi Jambi, Selasa, Zola mengatakan saat ini pangan di wilayahnya masih bergantung pada daerah lain, yang menyebabkan inflasi daerahnya masih tinggi.
"Salah satu program unggulan Provinsi Jambi adalah di bidang pangan, peternakan dan pertanian. Itu akan kami perbaiki secara tahap demi tahap, salah satunya dengan program pengadaan satu eskavator satu kecamatan," kata Zola.
Program alat berat untuk satu kecamatan menurutnya banyak manfaatnya, khusus pangan bisa untuk membuka lahan. Sebab salah satu kendala petani adalah dana dan kemampuan yang terbatas.
"Petani yang ingin membuka lahan pangan bisa mengunakan alat berat berikut alinstan, benih dan pupuknya. Saat ini untuk di Jambi banyak sekali lahan pertanian yang selama ini tidak produktif," katanya.
Padahal katanya, sekitar 80 persen tenaga kerja di Jambi keterampilannya ada dibidang pertanian. Sebab itu pemerintah akan terus mendukung dan komit untuk mewujudkan kedaulatan pangan.
Untuk perikanan sendiri kata Zola pihaknya sedang mengkaji, dimana rencananya setiap kabupaten/kota diharapkan menyiapkan lahan minimal 10 hektare untuk budidaya ikan, yang cocok dengan kondisi wilayah masing-masing.
Selain itu katanya juga ada 7 hektare lahan pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang semua komoditi ditanam di sana termasuk budidaya ikan.
"Upaya-upaya ini kita lakukan dengan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota, kita sangat sejalan dengan kebijakan pak Presiden. Kita juga tekan inflasi lewat pangan, mudah-mudahan inflasi secara bertahap yang sudah kita targetkan di RPJMD Jambi bisa tercapai," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston mengatakan, pangan memang sudah menjadi andalan rakyat Indonesia dan memang menjadi program unggulan di Jambi.
"Pemerintah Jambi saat ini juga berupaya mewujudkan swasembada pangan, dan itu sejalan dengan mimpi Presiden mencapai kedaulatan pangan," kata Cornelis.(Ant)
Pewarta: Dodi SaputraEditor : Dodi Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.