Selasa, 24 Oktober 2017

Bio Farma dan Pemred diskusi industri lifescience

id bio farma
Jakarta, Antarajambi.com -  Lifescience is the next Big Thing. Setelah periode Digital dan Teknologi, dunia akan beralih ke era Life Science. Periode ini akan menghasilkan inovasi – inovasi bersejarah dalam sejarah umat manusia terutama untuk bidang kesehatan, pertanian, industri dan energi, yang pada akhirnya akan membawa dunia kepada era bioeconomy pada tahun2030.

Jika dilihat dari kondisi geografis, Indonesia memiliki potensi untuk memiliki industri Lifescience sendiri, karena dilihat dari peta industri farmasi nasional, Indonesia sudah memiliki perusahaan – perusahaan yang begerak dalam bidang biopharmaceutical, vaksin, natural (herbal) dan chemical. Ditambah dengan Inpres No.6 tahun 2016, tentang percepatan pengembangan biofarmasetikal, termasuk di dalamnya penguasaan teknologi dan inovasi bidang farmasi dan alat kesehatan. 

Bagi Bio Farma, sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang kesehatan, yang sudah selama 127 tahun menghasilkan vaksin dan antisera untuk manusa, memulai komitmennya sejak tahun 2015, untuk terus berinovasi dan bertransformasi untuk menjadi perusahaan Lifescience. Bahkan beberapa produk Lifescience sudah masuk kedalam pipeline produk Bio Farma,antara lain Erytopoetin (EPO) generasi kedua, Diabetes Melitus Diagnostik Kit, Biosimilar, Blood Products, yang saat ini sedang dalam tahap penelitian dan akan siap diluncurkan dalam beberapa waktu kedepan.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Direktur Utama Bio Farma, Juliman, dalam acara Diskusi Bio Farma Dengan Pemimpin Redaksi Media Nasional dengan tema Tantangan Dan Kemandirian Biotech Masa Depan Di Indonesia, Pada Tanggal 28 Agustus 2017 di Jakarta. 

Juliman menambahkan Percepatan dimaksudkan untuk mewujudkan kemandirian industri farmasi dalam pengembangan produk, bahan baku, vaksin, produk bioteknologi dan alat kesehatan. Salah satu hal terpenting dalam pengembangan produk maupun bahan baku dan alat kesehatan di industri farmasi adalah penguasaan teknologi yang menjadi faktor penentu.

Turut hadir dalam diskusi membahas topik tantangan dan kemandirian Biotech masa depan di Indonesia, sebagai narasumber, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI, Siswanto, M. Rahman Rustan, Direktur Marketing Bio Farma, dipandu moderator Wahyu Muryadi, Pemimpin Redaksi Tempo TV. Sedangkan peserta yang hadir Jajaran Direksi Bio Farma, Ketua Forum Pemred Indonesia Suryopratomo serta para Pemimpin Redaksi Media nasional.


"Untuk mewujudkan kemandirian industri Lifesciencenasional diperlukan riset dan inovasi yang didukung secarapenuh oleh Pemerintah. Mengingat sebagian besar teknologi di bidang Lifescience di Indonesia didapat melalui kerjasama dengan negara-negara maju melalui transfer teknologi. 

Pengembangan produk Lifescience sangat memerlukan kemandirian di bidang bioteknologi, sehingga produk-produk yang dihasilkan akan mampu bersaing di pasar Internasionaldan yang terpenting adalah time to market yang tepat watku, sehingga produk Lifescience Bio Farma bisa bersaing dengan industri Lifescience yang berasal dari negara maju”, ujar Juliman. (Humas Bio Farma)

Editor: Syarif

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga