Jambi (ANTARA) - Warga Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi terpaksa berangkat sholat tarawih ke Masjid Riyadhul Abidin menggunakan perahu karena akses jalan digenangi banjir.
"Setiap rumah memiliki perahu masing-masing untuk digunakan dalam beraktivitas sehari-hari selama banjir," kata warga Ulu Gedong Abdul Rasyid di Jambi, Senin.
Banjir yang terjadi sudah hampir dua pekan menggenangi pemukiman warga akibat intensitas hujan yang cukup tinggi.
Hal tersebut membuat warga terpaksa menggunakan perahu untuk pergi melaksanakan ibadah sholat tarawih ke masjid.
"Adanya banjir yang tinggi menghambat akses jalan sehingga aktivitas lebih lama karena tidak bisa menggunakan kendaraan motor," katanya.
Banjir yang sampai ke pemukiman warga itu, akibat intensitas hujan tinggi secara terus menerus menyebabkan Sungai Batanghari meluap.
"Kondisi banjir saat ini bukan sesuatu yang baru, karena sudah biasa terjadi sejak saya masih kecil, maka telah menjadi fenomena yang selalu berdampingan," kata Abdul Rasyid.
Ketinggian air Sungai Batanghari mengalami kenaikan berdasarkan hasil pemantauan Alat Pengukur Ketinggian Air Manual (AWLR) yang terletak di kawasan Ancol/Tanggo Rajo.
Berdasarkan laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, pada pemeriksaan yang dilakukan Minggu 16 Maret 2025 pukul 08.15 WIB oleh petugas dari Posyankar Jambi Timur tercatat ketinggian air mencapai 15,01 meter, naik satu sentimeter dari pengukuran sebelumnya.
