Jambi (ANTARA) - Perekonomian Jambi tumbuh sebesar 4,55 persen (yoy) pada triwulan I tahun 2025, ditopang oleh terjaganya permintaan domestik dan kinerja ekspor.
Lapangan Usaha Pertambangan sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi kedua terbesar di Provinsi Jambi dengan pangsa 14,29 persen masih belum menunjukan kinerja yang optimal dan konsisten.
Setelah selama Triwulan I sampai dengan III 2024 mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif, sektor pertambangan mampu tumbuh impresif sebesar 7,84 persen pada Triwulan IV 2024 dan mendongkrak naik pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2024.
Namun demikian, pertumbuhan tersebut kembali mengalami perlambatan menjadi 3,84 persen pada Triwulan I 2025. Harga komoditas global dan kesiapan infrastruktur diperkirakan menjadi faktor utama yang mempengaruhi hal tersebut.
Hal ini mengindikasikan pentingnya transformasi struktural melalui hilirisasi komoditas dan peningkatan nilai tambah sektor minerba dan migas.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Warsono, menyampaikan bahwa hilirisasi minerba dan optimalisasi lifting migas merupakan agenda strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi regional dan membuka peluang Jambi menjadi hub energi Sumatera.
Selain itu, peningkatan konektivitas logistik, efisiensi rantai pasok, serta penguatan sektor industri pengolahan akan menjadi kunci dalam mendorong daya saing ekspor daerah.
Sinyal positif juga tercermin dari lonjakan pertumbuhan kredit di sektor pertambangan pada triwulan I-2025, menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek sektor energi di Jambi. Dari sisi ekspor, optimalisasi hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan daya saing komoditas unggulan Jambi di pasar global.
Dengan mengembangkan komoditas ekspor berbasis olahan dan memperbaiki infrastruktur penunjang seperti pelabuhan ekspor dan kawasan ekonomi khusus, Jambi dapat memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi dan mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pelabuhan provinsi tetangga.
Diskusi panel pada FEB Jambi periode Juli 2025 menghadirkan narasumber Muhammad Ansari dari Ditjen Minerba, Kementerian ESDM dan Safe'i dari SKK Migas Sumbagsel.
Pemaparan materi dan diskusi mencakup pentingnya akselerasi hilirisasi sebagai bagian dari kebijakan nasional dan roadmap hilirisasi minerba, serta bagaimana Provinsi Jambi dapat mengambil peran dalam mendongkrak pendapatan asli daerah, kontribusi ekspor dan nilai tambah komoditas minerba dan migas.
Pewarta: RILISEditor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.