Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (PPP) Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi mencatat sebanyak 258 hektare lahan padi yang telah mengalami kekeringan.

Kabupaten Batang Hari saat ini masih dihadapi oleh musim kemarau, bahkan sudah mulai berdampak dengan hasil tanaman berdampak dengan hasil tanaman padi sawah yang telah dilakukan penanaman.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Batang Hari Roma Uliana di Muara Bulian, Rabu, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan dari dinas PPP Kabupaten Batang Hari mencatat 6,475 hektar lahan padi yang telah di tanam.

"Ya dari 6,475 hektar lahan yang sudah dilakukan tanam padi, kurang lebih ada sebanyak 258 hektar diantaranya mengalami kekeringan,"katanya.

Untuk total kekeringan tersebut 258,27 hektar dengan rincian 210,27 hektar dalam kategori ringan, 34 hektar kategori sedang dan 11 hektar dalam kategori berat.

"Selain kekeringan ada tiga hektar lahan sudah terkena puso,"ujarnya.

Saat ini tim penyuluh tengah berupaya semaksimal mungkin dalam membantu para petani, bahkan pemerintah daerah sebelumnya juga telah membantu menyalurkan mesin pompa.

Sementara itu, kekeringan itu ditemukan di enam Kecamatan Mulai dari Maro Sebo Ilir (MSI), Mersam, Muara Tembesi, Maro Seno Ulu (MSU) dan Muara Bulian serta Batin 24.

Dalam mengatasi hal tersebut pihak pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan pompa serta telah menurunkan penyuluh untuk membantu serta melakukan pemantauan lebih lanjut.



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026