Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan enam tahun perjalanan di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukan sekadar mengubah wajah korporasi negara, tetapi membangun manusia seutuhnya.
Saat melepas jabatan sebagai Menteri BUMN, ia mengatakan telah melihat dedikasi, kerja keras, empati dan pengorbanan seluruh insan Kementerian BUMN untuk membangun bisnis sekaligus karakter bangsa.
"Kita membangun manusia seutuhnya di sini bukan hanya korporasinya. Tapi membangun manusia seutuhnya itu yang paling sulit. Kalian bekerja siang malam untuk transformasi korporasi," ujar Erick di Jakarta, Jumat.
Dia menyebut Kementerian BUMN tidak hanya berhasil menjalankan transformasi, tetapi juga membangun manusia seutuhnya yang bekerja keras untuk berkarya dan berempati tinggi.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada seluruh insan BUMN untuk terus melanjutkan rencana besar dalam bertransformasi dan mendorong bisnis perusahaan pelat merah untuk lebih maju lagi.
"Saya titip, jangan ubah jati diri kalian. Justru kalian harus lebih bagus lagi karena Indonesia perlu orang-orang bagus. Bangsa ini perlu orang-orang bagus dan Bapak Presiden sekarang mendorong dengan lahir Danantara, ini menjadi sebuah kekuatan investasi untuk masa depan kita.
Kalian harus dukung," ucapnya.
Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini, mengatakan, saat ini mendapat tugas baru yang cukup berat, yakni membangun 60 juta anak muda Indonesia untuk berani bermimpi dan berkarya. Selain itu, ia juga mendapat amanat untuk mempersatukan masyarakat melalui olahraga.
Erick berharap Kementerian BUMN dapat terus memajukan bangsa dan negara. Ia pun meminta maaf apabila masih banyak kekurangan selama menjabat sebagai Menteri BUMN.
"Dengan segala rendah hati, selama enam tahun saya di sini, saya mohon maaf. Mohon maaf kalau ada kata-kata saya yang salah. Kalau ada sikap saya yang salah. Tapi itu semua untuk kemajuan kita, untuk bangsa kita," tutup Erick.
