Kabupaten Merangin (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hak Azasi Manusia (Kanwil Kemenham) Jambi perkuat pengetahuan 500-an Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, sebagai upaya menekan pelanggaran di wilayah itu.
"Lemahnya pengetahuan dan pemahaman tentang HAM menjadi pintu masuk terjadinya pelanggaran. Karenanya, pentingnya peningkatan kapasitas HAM bagi ASN," kata Kakanwil Kemenham Jambi, Sukiman di Merangin, Selasa.
Penguatan pengetahuan tentang HAM kali ini menyasar ke guru ASN di tingkat kabupaten dan kota serta provinsi.
Tujuannya supaya program Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan dan Pemajuan Hak Azasi Manusia (P5HAM) di Indonesia bisa terwujud dengan baik sesuai dengan harapan bersama.
Tingginya antusias mengikuti penguatan kapasitas tersebut, menurut Sukiman menjadi bukti keingintahuan ASN tentang kapasitas HÀM.
"Sebanyak 500 ASN dari tujuh kecamatan di Kabupaten Merangin terlibat, hal ini menjadi bukti tingginya kesadaran guru memahami pentingnya penguatan kapasitas," jelasnya.
Staf Ahli Bidang Keuangan, Pengembangan Ekonomi dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Merangin, Irsadi menyampaikan bahwa ASN menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik yang berperspektif HAM.
Menurut dia, sebagai pendidik, guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan keadilan sosial dalam perspektif HAM.
Guru dituntut untuk memberikan layanan pendidikan menyeluruh (inklusif), nondiskriminatif, dan berkeadilan bagi semua peserta didik tanpa memandang latar belakang agama, budaya, gender, maupun kondisi sosial.
Sementara itu, staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Setda Merangin Firdaus mengingatkan bahwa kebijakan publik di bidang pendidikan harus berlandaskan prinsip-prinsip HAM.
Tenaga pendidik sebagai pelaksana kebijakan memiliki peran penting memastikan layanan pendidikan dapat diakses secara adil, setara, dan tanpa diskriminasi.
"Setiap peserta didik berhak memperoleh pembelajaran yang bermutu, aman, dan menghargai keberagaman," ujarnya.
