Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris memastikan Pemerintah Provinsi Jambi siap siaga menghadapi ancaman bencana banjir dan tanah longsor di daerah rawan di tengah meningkatnya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di wilayah tersebut.
"Kami telah menyiapkan tim gabungan di semua daerah untuk mengantisipasi ancaman bencana banjir dan tanah longsor," katanya di Jambi, Selasa.
Al Haris memastikan, semua tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim pencarian dan penyelamatan (SAR), dan satuan lain telah terlatih dalam menghadapi bencana alam tersebut.
Dengan kesiapan tim gabungan, pemerintah berharap dapat meminimalkan dampak bencana banjir dan tanah longsor di daerah. Selain itu, Masyarakat diharapkan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah terkait potensi bencana alam.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana Hidrometeorologi Tahun 2025, pada Kamis (23/10) lalu.
Sementara Bupati Kerinci, Monadi menegaskan apel kesiapsiagaan itu merupakan langkah penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan kesiapan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kerinci.
“Kerinci merupakan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Dengan kondisi geografis bergunung, berlembah, dan curah hujan tinggi, kita harus selalu siap dan waspada," ungkap Monadi.
Monadi menyampaikan bahwa menurut data BMKG Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci, puncak musim hujan tahun 2025 diprediksi berlangsung antara Desember 2025 hingga April 2026.
Potensi banjir kategori rendah hingga menengah berpotensi melanda di beberapa kecamatan, antara lain Air Hangat Timur, Batang Merangin, Bukit Kerman, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, Kayu Aro Barat, Sitinjau Laut, dan Siulak Mukai.
Lebih lanjut, Bupati Monadi menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal peralatan dan logistik, tetapi juga menyangkut kesadaran, kepedulian, dan sinergi antar seluruh pihak baik pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, maupun masyarakat.
Selain itu, Bupati juga mengajak para camat dan kepala desa agar terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana, seperti Kayu Aro, Gunung Tujuh, dan Air Hangat Timur, dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kewaspadaan bersama.
Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari membangun karakter masyarakat Kerinci yang tangguh terhadap bencana.
"Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata komitmen kita untuk melindungi masyarakat dan menjaga keselamatan jiwa serta lingkungan,” tegas Monadi.
