Kabupaten Batang Hari (ANTARA) - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi melatih puluhan pegawai lembaga pemasyarakatan (lapas) proses penyelamatan dari bencana untuk menghindari jatuh korban jiwa dengan melibatkan pelatih bersertifikat dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Batang Hari.
"Seperti kita ketahui setiap lapas dan rumah tahanan terutama di Provinsi Jambi rata-rata kelebihan kapasitas, kita ingin meningkatkan kapasitas petugas melalui pelatihan ini," kata Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi Hidayat di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIB Muara Bulian, Kamis.
Ia menjelaskan pelatihan dan simulasi tersebut penting dilakukan agar warga binaan dan petugas memahami alur penyelamatan jika sewaktu-waktu terjadi bencana, baik bencana alam maupun disebabkan kelalaian, seperti kebakaran.
Praktik tersebut bertujuan meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti menghindari jatuhnya korban jiwa, baik warga binaan maupun petugas lapas di wilayah tersebut.
Kepala LPKA Kelas IIB Muara Bulian J Kasogi Surya Fattah mengatakan simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana tersebut diikuti 68 petugas lembaga pemasyarakatan.
Peserta pelatihan evakuasi yang dilibatkan berasal dari tujuh unit pelaksana teknis Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jambi, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Jambi, Lapas Kelas IIB Muara Sabak, Lapas Kelas IIB Perempuan Jambi, LPKA Kelas IIB Muara Bulian, dan Lapas Kelas IIB Muara Bulian.
Ia mengatakan pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana tersebut hasil kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Batang Hari dengan melibatkan pelatih bersertifkat nasional.
Kegiatan diisi dengan simulasi penanganan kebakaran blok hunian, tata cara evakuasi, dan penanganan awal terhadap korban yang mengalami luka serta trauma.
"Kita libatkan pelatih lisensi nasional, seluruh peserta yang ikut akan dibekali diberikan sertifikat, kegiatan ini diharapkan bisa merambah pengetahuan petugas dan warga binaan," demikian Kasogi.
