Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Upaya memperkuat kapasitas dan daya saing pengusaha ultra mikro terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai bagian dari strategi memperluas ekonomi kerakyatan yang inklusif.
Berdasarkan data Financial Literacy Index Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2025, literasi keuangan masyarakat di Provinsi Jambi baru mencapai 41,2%, sedikit di bawah rata-rata nasional sebesar 42,8%, dengan indeks inklusi keuangan sebesar 87,1%.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi PT Permodalan Nasional Madani (PNM), lembaga keuangan milik negara yang berfokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui pembiayaan dan pendampingan kelompok.
Hingga 2025, PNM telah menyalurkan pembiayaan dan pemberdayaan kepada lebih dari 22.7 juta nasabah diseluruh Indonesia melalui program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).
Sebagai wujud komitmen pemberdayaan tersebut, PNM Cabang Jambi menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2025 di Kabupaten Batang Hari dengan tema “Berdaya di Era Digital, Hebat Bersama Mekaar.”
Kegiatan ini diikuti oleh 500 nasabah PNM Mekaar dari enam unit Mekaar di wilayah Kabupaten Batang Hari. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pelatihan tentang literasi keuangan, strategi pengelolaan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha.
Pelatihan ini menjadi langkah nyata PNM untuk membantu para pengusaha ultra mikro agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap bersaing di era digital.
Pemimpin Cabang PNM Jambi Ocfa Indah Nasution menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan bagi para nasabah agar mampu mengembangkan usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga serta masyarakat sekitar.
“Kami percaya, kekuatan ekonomi kerakyatan lahir dari keberanian dan kebersamaan. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, nasabah PNM dapat tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh dan mandiri di tanah Jambi,”kataOcfa.

Melalui pelaksanaan PKU Akbar 2025 ini, PNM Jambi kembali menegaskan perannya sebagai katalis dalam membangun ekosistem ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.
Dengan mengintegrasikan aspek literasi keuangan dan digitalisasi usaha, PNM tidak hanya menghadirkan akses modal, tetapi juga membuka ruang pembelajaran agar para nasabah dapat tumbuh lebih mandiri, tangguh, dan berdaya saing.
PNM percaya, pemberdayaan yang berkelanjutan berawal dari satu hal penting, pengetahuan yang mengubah cara pandang dan menumbuhkan keyakinan bahwa setiap perempuan bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga dan bangsa.
