Kota Jambi (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi menargetkan penanaman mangrove seluas 50 hektare di Pantai Tanjung Jabung Timur pada 2026, sebagai upaya mencegah abrasi di kawasan itu.
"Penanaman di kawasan itu mengingat potensi abrasi di Pantai Tanjung Jabung Timur parah," kata Kepala BKSDA Jambi Agung Nugroho di Jambi, Jumat.
Ia menyebutkan jenis bibit yang rencananya ditanam tahun depan antara lain Bakau Api-api (Avicennia spp) dan jenis Pedada (Sonneratia spp).
Jenis ini merupakan salah satu jenis mangrove yang tumbuh di area dengan salinitas rendah, umumnya pada tanah lumpur dalam di sepanjang sungai kecil dengan aliran pelan dan terpengaruh oleh pasang surut.
Selain itu jenis Bakau Hitam (Rhizophora) yang akarnya banyak, meski proses berkembang tumbuh tergolong lama.
Ia mengatakan terkait media tanam akan disesuaikan dengan kontur lumpur di pinggir pantai, bila ditemukan tanah lunak bisa menggunakan media ban.
Menyinggung penanam tahun ini, Agung menyebutkan telah bekerja sama dengan mitra swasta yang memberi dana Corporate Sosial Responsbiliti (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Lokasi penanaman akan dilaksanakan di Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Resor Nipah Panjang dan Resor Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung, mengingat dua titik tersebut berada dalam kawasan dilindungi.
"BKSDA Jambi yang melakukan kegiatan bersama masyarakat pesisir dalam budidaya dan penanaman," kata Agung Nugroho.
