Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dukung pinang masuk komoditas strategis nasional mengingat produk perkebunan tersebut menjadi salah satu andalan masyarakat Jambi. Pinang khas daerah Jambi ada yang disebut pinang batara yang cocok di lahan gambut.
"Mudah-mudahan bisa terus maju sehingga pinang bisa menjadi komoditas strategis di Provinsi Jambi," kata Sekda Provinsi Jambi, Sudirman di Jambi, Sabtu.
Menurut Sudirman, pinang merupakan bagian komoditas andalan milik Provinsi Jambi, di samping ada kelapa sawit. Pusat perkebunan tersebut berada di wilayah pesisir Jambi, menyebar di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur termasuk Kabupaten Muaro Jambi.
Dengan total luas lahan perkebunan itu mencapai 22.000 hektare, sumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.
Hanya saja, ketidakstabilan harga membuat persentase ekspor belum optimal, untuk itu rencana memasukkan pinang sebagai komoditas strategis nasional diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani melalui aturan yang jelas dari pemerintah.
Pasar pinang menurut Sudirman sangat terbuka luas, dibuktikan pekan ini (25/11), pemerintah bersama pihak terkait baru saja melepas ekspor pinang ke Bangladesh sebanyak 36 ton dengan nilai perkiraan berjumlah Rp1,3 miliar.
"Masih harus didorong lagi produk pinang di Provinsi Jambi ini," tambah Sudirman.
Anggota DPR RI, Edi Purwanto di waktu yang sama menegaskan, komoditas pinang termasuk kayu manis saat ini telah masuk dalam pembahasan panitia kerja DPR RI.
Dirinya optimistis pinang dan kayu manis yang menjadi salah dua produk andalan masyarakat Jambi bisa memiliki aturan main yang jelas.
"Alhamdulillah lampu hijau nya pinang dan kayu manis masuk komoditas strategis, sekarang panja sedang bekerja tapi Insya Allah sudah masuk," katanya singkat.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.