Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terus kampanye hutan pinus sebagai arena yang dapat dimanfaatkan berbagai komunitas untuk beragam kegiatan dan diharapkan bisa berdampak meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini.
"Hutan pinus sekarang di kelola oleh dinas Kehutanan Provinsi Jambi masih menjadi sektor penyumbang PAD, tetapi masih kecil kisaran Rp200 juta per tahun, dinilai sarana prasarana masih terbatas. Kampanye juga masih belum optimal," kata Sekda Provinsi Jambi, Sudirman di Jambi, Sabtu.
Menurut dia, upaya paling rasional untuk mengenalkan hutan pinus ke masyarakat, salah satunya mengundang komunitas pecinta alam untuk melakukan aktivitas di dalam kawasan seluas 10,5 hektare tersebut.
Seperti halnya yang dilakukan oleh komunitas petualangan yang tergabung dalam induk organisasi olahraga (Inorga), Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), menggelar even di dalam area konservasi tersebut.
Kedepannya, dia berharap dengan kemampuan keuangan daerah yang memadai, hutan pinus bisa dikembangkan menjadi objek wisata alam (nature tourism).
Mengingat tutupan tanaman di dalam hutan pinus itu masih rapat, sehingga diharapkan bisa menarik kunjungan masyarakat untuk menikmati suasana alam asri di tengah kota.
"Kita juga tidak membebani biaya masuk, hanya Rp5 ribu setiap pengunjung. Kita (dorong) memperkenalkan untuk cinta alam dulu, alam di Jambi," jelasnya.
Anggota DPR RI, Edi Purwanto turut mendorong eksistensi kawasan hutan pinus tersebut, mengingat hutan tersebut sangat bersejarah, pernah di kunjungi oleh Presiden ke-5 dan ke-7 Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri dan Joko Widodo.
"Kasih ruang lima persen untuk pelaku kuliner biar hidup ekonomi masyarakat. Tempat ini bersejarah, dulu ibu Megawati tanam pohon meranti putih, usianya sudah 24 tahun," jelas sebut Edi.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Andri Yusar mengatakan, hutan yang berada di jalan lintas Jambi-Palembang itu memiliki 149 jenis koleksi tanaman.
Didominasi tanaman pinus sekitar 60 persen dari total seluruh jenis tanaman, termasuk anggrek, hingga jenis kayu hutan seperti bulian, tembusu dan meranti.
Ke depan, di dalam lokasi hutan pinus akan dibangun sejumlah infrastruktur pendukung seperti jalan, tempat bersantai termasuk kandang besar untuk burung (Aviari) guna daya tarik meningkatkan kunjungan.
"Kawasan ini memiliki 7000 lebih batang pohon, ke depan pemerintah akan berkolaborasi dengan BKSDA mengembangkan lokasi ini, harapannya warga tertarik untuk datang sehingga mampu mendongkrak pendapatan daerah," katanya.
