Kabupaten Kerinci (ANTARA) - Bupati Kerinci Monadi mendorong Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi menggali sungai Batang Merao di Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci guna mengatasi banjir akibat luapan air sungai saat turun hujan deras.
"Masalah itu di Lubuk Suli, karena itu menjadi genangan luapan dari sungai Batang Merao," katanya di Kerinci, Jumat.
Menurut Monadi, agar genangan itu tidak berulang pemerintah daerah dan pihak balai telah menyiapkan dua pompa untuk membuang debit air yang masuk ke permukiman warga desa itu.
Ketika hujan deras melanda kawasan tersebut, dipastikan lima persen wilayah di sana selalu tergenang air. Mengingat tingkat pendangkalan (sedimentasi) cukup parah di sungai Batang Merao.
Lanjut dia, pemerintah daerah telah meminta pihak balai melakukan upaya penggalian sungai agar peristiwa serupa tidak berulang. Mengingat ketika banjir terjadi, masyarakat dipaksa mengungsi sembari menunggu air surut.
Meski saat ini tidak terjadi genangan, pemerintah tetap siaga mengantisipasi potensi bencana susulan. Dengan menginstruksikan jajaran BPBD, camat, dan perangkat desa untuk terus memantau titik-titik rawan banjir serta memastikan saluran air berfungsi baik.
Selain itu, warga juga diimbau tetap waspada mengingat cuaca dalam beberapa waktu ke depan hujan masih berpotensi melanda Kabupaten Kerinci dan sekitarnya.
"Batang Merao memang menjadi langganan luapan air, karena telah terjadi sedimentasi. Kita sudah kordinasi dengan balai, mudah-mudahan ada langkah konkret dari balai untuk mengurai permasalahan luapan sungai itu," jelasnya.
