Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris dorong perusahaan aktif kampanye pencegahan penyakit menular di lingkungan kerja, mengingat saat ini partisipasi tersebut masih dinilai rendah.
"Setiap tahun jumlah tenaga kerja semakin bertambah, begitu juga risikonya, penting meminimalisasi tidak ada kecelakaan dalam bekerja, termasuk tempat berobat seperti klinik," katanya saat menyerahkan penghargaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Jambi, Rabu.
Menurut gubernur, prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang terbangun di perusahaan sudah baik, khususnya mengenai pencegahan penyakit human immunodeficiency virus (HIV). Dirinya mendorong perusahaan menambah kampanye pencegahan penyakit menular lainnya seperti tuberkolusis (TBC).
Mengingat penyakit tersebut menjadi ancaman tersendiri di lingkungan perusahaan, apalagi pekerja acap kali beraktivitas di lingkungan lembab. Ancaman penyakit tersebut cukup tinggi, sehingga harus menjadi perhatian serius oleh manajemen perusahaan.
"Tahun depan saya minta perusahaan menggiatkan kampanye bahaya TBC juga," imbaunya.
Ia menekankan agar perusahaan mengikuti standar operasi yang ditetapkan oleh pemerintah, mulai dari alat keselamatan, pakaian hingga klinik untuk meminimalisir peristiwa yang dapat merugikan pekerja, keluarga dan perusahaan.
Dari catatan pemerintah, baru 10 perusahaan di Provinsi Jambi yang melakukan kampanye pencegahan di lingkungan perusahaan. Angka tersebut diharapkan bisa meningkat di tahun-tahun mendatang, termasuk kampanye tuberkolusis.
"Kita ingin investasi geliat iklim usaha meningkat, keselamatan kerja menjadi nomor satu, jangan menunggu sudah ada kejadian, karena dampak sosial luar biasa," tegas Al Haris.
