Kabupaten Kerinci (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mencatat 2.195 pendaki Gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

"Dari 21 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026, jumlah kunjungan Gunung Kerinci 934 orang Danau Gunung Tujuh sebanyak 1.261 orang," kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS David di Kerinci, Minggu.

Menurut dia, kunjungan itu membuktikan bahwa Gunung Kerinci dan kawasan Danau Gunung Tujuh masih menjadi alternatif bagi masyarakat pecinta alam. Hal itu dibuktikan asal pendaki yang datang sebagai beragam atau tidak hanya warga lokal (Jambi).

Individu dan kelompok yang berkunjung ke kawasan TNKS ada yang datang dari provinsi dan pulau lain, termasuk empat pengunjung berasal dari mancanegara.

Ia mengatakan selama periode itu, terjadi empat insiden yang menimpa para pendaki. Mereka berhasil dilakukan evakuasi akibat mengalami masalah kaki (terkilir), letih, dan gejala kedinginan (hipotermia).

"Selama periode ini telah dilakukan juga evakuasi pengunjung yang keseleo atau kecapaian dan gejala kedinginan. Dua kasus di Gunung Kerinci dan dua kasus di Gunung Tujuh," ujar dia.

Sebelum proses pendakian, ia memastikan petugas memberikan arahan kepada para pengunjung untuk tetap mematuhi prosedur yang berlaku.

Mereka, katanya, harus tetap menjaga kesehatan, waspada, tertib dan menjaga keselamatan pribadi serta pengunjung lainnya, menjaga kebersihan jalur wisata, termasuk mewajibkan pengunjung membawa lagi semua limbah (sampah) demi menjaga kelestarian alam.

"Kami juga tetap menyarankan dan merekomendasikan ke setiap pengunjung untuk tidak mendekati kawah Gunung Kerinci sampai radius tiga kilometer," katanya.

David memastikan program pada 2026 di kawasan taman nasional tersebut seperti periode sebelumnya, antara lain kegiatan pengamanan dan pemantauan kawasan konservasi secara terstruktur dan berbasis teknologi digital, inventarisasi satwa kunci atau penting kawasan, dan pemberdayaan masyarakat.

"Kegiatannya biasanya hampir sama, ada patroli smart rutin, inventarisasi satwa penting kawasan. Pemberdayaan masyarakat, pemulihan ekosistem, pemantauan pengunjung," ujarnya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026