Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Muara Bulian Kabupaten Batang Hari melakukan panen raya bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi Irwan Rahmat Gumilar di Muara Bulian, Kamis, menegaskan bahwa program ketahanan pangan yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan kini berada pada tahun kedua pelaksanaan 2026.

Program ini berfokus pada dua hal utama yaitu pemanfaatan lahan yang belum produktif menjadi area pertanian, serta pemberdayaan warga binaan agar memiliki keterampilan lengkap mulai dari pembibitan hingga panen. 

“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola lahan secara mandiri,” katanya.

Untuk di Provinsi Jambi program ketahanan pangan telah mencakup 11 titik penanaman  termasuk di badan pemasyarakatan (bapas) dan kantor wilayah setempat. Hasil yang diperoleh sejauh ini dinilai memuaskan, meski masih ada ruang perbaikan pada proses penanaman dan pemeliharaan untuk meningkatkan produktivitas.

"Nantinya kita akan lakukan perbaikan hal-hal yang perlu ditingkatkan,"ujarnya

Irwan menambahkan bahwa pelibatan warga binaan merupakan target utama, sehingga sebanyakbanyaknya bisa dapat berpartisipasi dalam setiap tahapan program. 

“Dengan peningkatan keterampilan dan produksi pangan, diharapkan ekonomi rakyat Jambi khusus Batang Hari semakin kuat dan ketahanan pangan daerah terjamin,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bulian, M. Ilham Santoso Sahdani mengatakan pihaknya sudah melakukan panen bersama yang telah menghasilkan gabah.

"Panen padi itu sudah kita lakukan tiga kali,  dari hasil itu bisa menghasilkan tiga ton gabah,"katanya

Selain padi, Lapas Muara Bulian juga melakukan panen ikan gurame sebanyak 100kg, ikan lele 200kg, kacang panjang kacang panjang, 100ikat kangkung, serta 400ekor ayam kampung.

"Untuk ayam kampung itu sudah dilakukan panen dari bulan Juli 2025,"ujarnya.

Dari hasil panen tersebut, sebesar lima persen diberikan kepada pemborongan dari bahan makanan narapidana dan sisanya dijual kepada masyarakat sekitar.

Dengan demikian, Ilham mengharapkan program ini menjadi jembatan bagi narapidana untuk kembali ke masyarakat dengan bekal ekonomi dan mental yang kuat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.



Pewarta: Riski Apriyani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026