Jambi (ANTARA) - Universitas Jambi (Unja) meluncurkan buku panduan dan dan tes kebugaran untuk jamaah haji sebagai bagian dari hasil riset perguruan tinggi tersebut yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam keterangan Humas Unja Tri Imam Munandar, di Jambi, Selasa, menyebutkan buku tersebut merupakan karya Prof. Sukendro dan tim yang memuat panduan kebugaran fisik bagi calon jemaah. Buku tersebut dilengkapi standar kebugaran yang harus dipenuhi sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Menurut Prof Sukendro, buku ini lahir dari keprihatinan atas tingginya angka wafat jamaah haji Indonesia setiap tahun yang rata-rata mencapai sekitar 400 orang.

Di Provinsi Jambi sendiri, pada musim haji sebelumnya tercatat 12 orang wafat di Makkah, dimana mayoritas berusia di atas 60 tahun dengan faktor utama penyakit bawaan dan kelelahan ekstrem.

Selain itu Unja memperkenalkan program senam haji-umrah berbasis kelompok usia, mulai dari 20–30 tahun, 31–40 tahun, 41–50 tahun, 51–60 tahun, 61–70 tahun, hingga usia 70 tahun ke atas. Setiap kelompok memiliki pola latihan yang disesuaikan dengan kemampuan fisik dan risiko kesehatan masing-masing.

Program ini juga dilengkapi mekanisme tes kebugaran bagi seluruh calon jamaah haji. Mereka akan diukur tingkat kebugarannya sebelum keberangkatan. Jika belum memenuhi standar, akan diberikan pelatihan khusus agar mencapai kondisi fisik optimal.

"Dalam buku itu Prof Sukendro berharap upaya ini mampu menekan angka kematian jamaah, bahkan menargetkan nol kasus untuk Jambi dan harapannya dengan adanya pelatihan dan panduan kebugaran ini, jamaah haji dan umrah asal Jambi tidak ada lagi yang meninggal di Makkah dan Madinah, minimal mereka dalam kondisi bugar, atau setidaknya sehat saat menjalankan ibadah,” Tri Iman Munandar.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Unja.

"Dengan memahami standar kebugaran dan panduan latihan yang praktis dalam buku ini, kita berharap tingkat kesehatan jemaah semakin meningkat dan risiko gangguan kesehatan di Tanah Suci dapat diminimalisir," katanya.

Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Unja dan menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan riset yang aplikatif. Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, dan penyelenggara haji, diharapkan calon jamaah asal Jambi dapat beribadah dengan lebih aman, sehat, dan optimal di Tanah Suci.

 

 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026