Muara Bulian, Batanghari (ANTARA) - Ruas jalan lintas Sumatera di Kabupaten Batang Hari, Jambi, kondisinya semakin memperhatikan di beberapa titik yang berdampak terhadap kenyamanan pengendara dan potensi picu kecelakaan.
Kerusakan lubang di badan jalan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga menimbulkan dampak lain bagi warga sekitar, seperti polusi dan debu yang mengotori lingkungan permukiman.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi Jambi sudah melakukan perbaikan di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Muara Bulian, namun belum genap satu tahun kembali rusak.
Anggota DPRD Batang Hari dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Edi Yanuar menilai kerusakan terjadi karena kontur dan konstruksi jalan tidak mampu menopang beban kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari, terutama truk angkutan batu bara.
"Saya akan mendorong pemerintah provinsi untuk segera memperbaiki jalan ini, karena ini adalah jalan utama dan prioritas yang banyak digunakan masyarakat," katanya.
Edi berharap Pemerintah Provinsi Jambi dapat segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan menyeluruh maupun pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar, agar kerusakan serupa tidak terus berulang dan membahayakan pengguna jalan.
"Perbaikan yang dilakukan di awal tahun lalu hanya bertahan sekitar tiga hingga empat bulan. Setelah itu, jalan kembali rusak akibat beban armada angkutan batu bara yang dinilai melebihi kapasitas daya dukung jalan," tambahnya.
Untuk itu, ia meminta agar pemerintah provinsi meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar yang melintas di jalan tersebut.
"Perlu ketegasan terhadap kendaraan yang bertonase besar melintas di jalan tersebut, agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah. Sejalan dengan itu Pemerintah Provinsi Jambi diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan ini dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan," kata Edi Yanuar.
Pewarta: Riski ApriyaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.