Kota Jambi (ANTARA) - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi mengeluarkan prakiraan wilayah bagian timur Jambi berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang selama satu pekan ke depan.
"Saat ini beberapa daerah khususnya Jambi wilayah timur hujan ringan hingga sedang. Dan diprakirakan masih berpotensi selama sepekan ke depan," kata Forecaster On Duty BMKG Jambi Randy HB di Jambi, Selasa.
Berdasarkan prospek cuaca mingguan Provinsi Jambi periode 3-9 Maret 2026 yang dirilis, BMKG memperkirakan dalam sepekan ke depan, beberapa fenomena atmosfer pada berbagai skala, baik global, regional, maupun lokal terpantau akan mengakibatkan dampak signifikan dalam pembentukan cuaca di Indonesia.
Pada skala global, La Nina dengan kategori lemah masih terdeteksi dari nilai Ninio 3,4, disertai ilai Ól yang signifikan, berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.
Bibit siklon tropis 90S diprakirakan berada di Samudra Hindia selatan Jawa. Kondisi tersebut dapat mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis.
Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Aktivitas MJO diprakirakan berada pada fase 5 (Maritime Continent) dan fase 6 (Western Pacific), yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Kombinasi antara MJO dan gelombang atmosfer tersebut diprakirakan aktif di wilayah Laut Cina Selatan, Samudra Hindia barat daya Lampung, yang berpotensi mendukung peningkatan curah hujan di sekitar wilayah tersebut, termasuk Provinsi Jambi.
Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer dalam sepekan ke depan, cuaca di Provinsi Jambi umumnya diprakirakan berawan dan masih berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada sore, malam, dan dini hari.
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem yang dapat berupa bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta berbagai kegiatan luar ruang seperti ibadah dan wisata.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman www.bmkg.go.id,aplikasiInfoBMKG,sertamediasosial@infobmkg serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026