Jambi (ANTARA) - Kejaksaan tinggi (Kejati) Jambi memberikan dukungan hukum dan tetap melakukan pengawasan terhadap pengelolaan tambang sumur minyak rakyat yang dilegalkan pemerintah dalam waktu dekat segera berjalan secara legal, aman dan memberikan kontribusi positif dan perekonomian daerah.
"Hal itu saya sudah sampaikan pada saat pemaparan dan penetapan hasil evaluasi faktual sumur minyak masyarakat di Kabupaten Batang Hari yang menjadi salah satu daerah yang banyak tambang sumur rakyat," kata Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi, di Jambi Kamis.
Kejaksaan Tinggi Jambi memberikan masukan atau pendapat dari segi hukum sebagai bentuk dukungan institusi dalam memastikan pengelolaan sumber daya alam di daerah dapat berjalan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pembahasan mengenai hasil verifikasi faktual di lapangan terhadap sumur minyak masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Batang Hari.
Menurut dia, proses evaluasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa aktivitas pengelolaan sumur minyak oleh masyarakat dilakukan secara legal, aman, dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah.
"Kehadiran kami dari jaksa dalam kegiatan itu juga merupakan wujud peran aktif kejaksaan dalam memberikan dukungan hukum serta pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam, agar tetap sejalan dengan regulasi serta prinsip tata kelola yang baik," kata Sugeng.
Dia berharap melalui kegiatan ini pengelolaan sumur minyak masyarakat di Kabupaten Batang Hari dapat berjalan lebih tertib dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung pembangunan daerah secara optimal.
Kejaksaan Tinggi Jambi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memastikan setiap aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam tetap berada dalam koridor hukum serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.