Jambi (ANTARA) - Universitas Jambi (UNJA) bersama Konsulat Jenderal India menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan dan riset guna memperkuat kolaborasi akademik internasional antarkeduanya.
"Kami menyambut baik kunjungan penting dari Konsulat Jenderal India. UNJA melihat peluang besar untuk menjalin kolaborasi dengan institusi di India, baik dalam riset, pertukaran pelajar, maupun pengembangan institusi," kata Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi UNJA Prof Revis Asra di Jambi, Selasa.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Konsul Jenderal India di Medan Prof Ravi Shanker Goel, jajaran Direktur Pascasarjana, dekan, serta dosen Program Studi Arkeologi UNJA.
Warek Revis menekankan bahwa penguatan hubungan ini diharapkan dapat memperkokoh sinergi antara Indonesia dan India, khususnya pada jenjang pendidikan tinggi.
Menanggapi hal itu, Konsul Jenderal India Prof Ravi Shanker Goel menyatakan antusiasmenya terhadap potensi kolaborasi tersebut.
Menurutnya, India sangat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan setiap fakultas di UNJA karena banyaknya peluang yang dapat dikembangkan.
"Hubungan antara Indonesia dan India telah terjalin di berbagai sektor. Kami membuka peluang bagi mahasiswa UNJA untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke universitas di India," ungkap Ravi.
Dalam diskusi lanjutan, kedua belah pihak membahas secara mendalam mengenai penguatan kerja sama akademik, pertukaran budaya, peluang beasiswa, hingga rencana penelitian bersama.
Ravi menekankan pentingnya penyusunan rencana aksi (action plan) sebagai langkah konkret agar nota kesepahaman yang dibahas tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan memberikan dampak nyata bagi kedua institusi.
Melalui penjajakan ini, UNJA berharap tercipta kolaborasi konkret yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan publikasi riset di tingkat global.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026