Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Wilayah Imigrasi Jambi perkuat pemahaman prosedur kerja di luar negeri secara benar kepada masyarakat untuk menghindari kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang semakin marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
"Kami (Imigrasi) akan melakukan terus sosialisasi, memaksimalkan Pimbasa untuk mensosialisasikan terkait bahaya TPPO maupun TPPM," kata Kepala Kanwil Imigrasi Jambi Petrus Teguh Aprianto di Jambi, Senin.
Petrus minta masyarakat Jambi agar lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak sesuai prosedur.
Mengingat saat ini banyak ditemukan kasus masyarakat berangkat dengan izin kunjungan atau wisata, namun akhirnya bekerja di luar negeri secara non-prosedural.
Kondisi itu dinilai sangat merugikan dan membahayakan warga negara, karena rentan menjadi korban eksploitasi, penipuan, hingga tindak pidana perdagangan orang.
Untuk mencegah kejadian serupa, Imigrasi Jambi akan memperkuat langkah preventif melalui edukasi ke tengah-tengah masyarakat mengenai bahaya dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Upaya di antaranya mengerahkan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimbasa) untuk masuk ke desa-desa memberikan pemahaman prosedur kerja di luar negeri yang benar.
Termasuk mengajak masyarakat untuk selalu berkonsultasi dengan pihak Imigrasi atau Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), jika ingin bekerja ke luar negeri agar mendapatkan perlindungan hukum yang sah sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Terkait belasan warga Jambi yang terjebak masalah di Kamboja, Petrus menyampaikan pihaknya tengah melakukan koordinasi dan pemantauan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terkait rencana pemulangan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Jambi yang saat ini berada di Kamboja.
Pihak Imigrasi akan melakukan pendalaman terkait dokumen perjalanan (Paspor) yang dimiliki oleh para warga tersebut.
Fokus utama pemeriksaan terletak pada lokasi penerbitan paspor dan alasan keberangkatan yang disampaikan saat proses wawancara permohonan paspor.
"Data sementara yang kami ketahui ada tiga pemulangan dan dilanjutkan dengan kemungkinan ada 17 orang lagi," ujar dia.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026