Kota Jambi (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Jambi Eka Madjid Muaz mendesak pemerintah daerah agar menjadikan perbaikan jalan Padang Lamo di Kabupaten Tebo sebagai skala prioritas pembangunan pada anggaran 2027 mendatang.
“Infrastruktur yang menghubungkan enam kecamatan tersebut selama ini kerap dibahas di komisi dan badan anggaran, namun belum masuk secara serius ke dalam pagu indikatif,” kata Eka Madjid Muaz, di Jambi, Rabu.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Jambi dan badan anggaran (Banggar) tidak lagi sekadar menjadikan jalan tersebut bahan diskusi, melainkan program nyata.
Sebab, penanganan selama ini dinilai hanya bersifat tambal sulam sehingga tidak memberikan solusi jangka panjang.
Sementara jalan Padang Lamo merupakan urat nadi perekonomian dan aksesibilitas warga, sekaligus menjadi jalur alternatif utama lintas antarprovinsi.
Ia menekankan, jalur ini sangat krusial terutama ketika akses di Jujuhan, Kabupaten Bungo sebagai penghubung ke Sumatera Barat terputus akibat bencana banjir beberapa tahun lalu, sehingga masyarakat semuanya beralih ke jalan tersebut.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan strategi dalam perbaikan infrasruktur daerah di tengah keterbatasan anggaran. Pihaknya akan mengandalkan Instruksi Presiden (Inpres) berkaitan jalan daerah sebagai langkah percepatan pembangunan. Langkah ini diambil karena kapasitas anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang sangat terbatas.
Gubernur mengakui jika hanya menggunakan APBD, program perbaikan infrastruktur jalan cenderung tidak tuntas. Target kemantapan jalan dalam Rencana Strategis (Renstra) dinilai sangat tinggi sehingga membutuhkan dukungan dana pusat.
"Terkait ruas Padang Lamo, penanganan sudah dilakukan secara bertahap sejak Februari 2026 dengan menutup lubang. Ke depan akan kami dorong melalui dana Inpres," kata Al Haris.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026