Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mendorong peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran dan krisis air bersih seiring dengan musim kemarau yang tahun ini diperkirakan berlangsung panjang.

Wali Kota Jambi Maulana di Jambi, Jumat, mengatakan kondisi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan lahan dan permukiman.

"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan api, karena kondisi cuaca yang akan ekstrem berpotensi memicu kebakaran," katanya.

Ia meminta para camat dan lurah bersama ketua RT untuk lebih aktif mengingatkan masyarakat di lingkungan masing-masing terkait dengan bahaya kebakaran sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Menurut dia, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama melalui edukasi dan pengawasan di tingkat wilayah guna meminimalkan risiko selama musim kemarau.

Pihaknya telah mendorong perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk meningkatkan produksi air bersih guna memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar sebagai antisipasi menghadapi dampak kekeringan.

"Masyarakat segera melaporkan apabila terdapat wilayah yang belum terlayani PDAM dan mengalami krisis air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti," kata Maulana.

Pemerintah kota setempat telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau, sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Pada kesempatan tersebut, ia juga berkomitmen hadir di tengah masyarakat terdampak musibah dengan mengunjungi rumah Agus Lisya (40) di RT08, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi yang terbakar pada Senin (6/4) diduga akibat percikan api dari kasur di luar rumah yang merambat hingga plafon.

Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza menyerahkan bantuan berupa bahan pokok kebutuhan sehari-hari, dokumen administratif, serta bantuan tunai sebesar Rp2 juta dari Baznas Kota Jambi kepada korban kebakaran.



Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026