Jambi (ANTARA) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menggelar tes fisik tahap II bagi para atlet dari enam cabang olahraga yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri ke III di Manado, Sulawesi Utara, pada Oktober 2026.
"Saat ini kita sedang mempersiapkan atlet dari enam cabang olahraga (cabor) yang ikut PON Bela Diri, mereka diwajibkan ikut seluruh rangkaian tes fisik sebagai persiapan maksimal sehingga bisa meraih medali emas," kata Wakil Ketua Umum IV KONI Provinsi Jambi Prof Sukendro, di Jambi, Sabtu.
Kegiatan ini bertujuan memetakan kondisi terkini atlet sebelum seleksi keberangkatan pada Oktober mendatang.
Ia menjelaskan, rangkaian tes meliputi bleep test, push up, sit up, medicine ball, shuttle run, sprint 30 meter, standing broad jump, serta sit and reach.
Berdasarkan hasil sementara, Sukendro mencatat adanya penurunan kondisi fisik pada sejumlah atlet. Hal tersebut mengindikasikan para atlet belum menjaga performa sesuai standar yang diharapkan untuk menghadapi kompetisi tingkat nasional.
KONI Jambi menetapkan standar nilai fisik minimal 80 pada tes tahap akhir mendatang. Atlet yang berhasil mencapai nilai tersebut akan dimasukkan ke dalam Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) dengan seluruh diurus oleh KONI.
"Saat ini baru sekitar lima dari 148 atlet yang mencapai nilai 80 pada tes pertama. Hari ini ada sekitar 100 atlet yang mengikuti tes fisik untuk kami saring kembali," katanya.
Meskipun kekuatan nasional masih didominasi provinsi asal Pulau Jawa, Jambi tetap optimistis meraih prestasi, khususnya pada cabang olahraga tinju. Beberapa nomor pada cabang lain juga diharapkan mampu mencuri peluang medali emas.
Jambi dipastikan berpartisipasi pada enam cabang olahraga unggulan di Sulawesi Utara. Cabang-cabang tersebut meliputi kurash, tinju, muaythai, kick boxing, anggar, dan MMA.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026