Jambi (ANTARA) - Polda Jambi dan Polres Sarolangun menunjukkan respons cepat menangani konflik antara warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan pihak keamanan salah satu perusahaan sawit di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun pada Minggu (12/4).
“Saat ini kondisi disana sudah kondusif dan personel kepolisian sudah menangani kasus tersebut agar tidak meluas lagi pasca bentrokan kemarin,” kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji, di Jambi Senin.
Sejak informasi potensi aksi penyerangan diterima personel Polri langsung bergerak cepat melakukan langkah-langkah preemtif dan preventif guna mencegah eskalasi konflik dengan mengirimkan personel ke lokasi rawan serta pelaksanaan deteksi dini oleh fungsi intelijen.
Dalam penanganan tersebut, polisi tidak hanya melakukan pengamanan terbuka, tetapi juga pendekatan humanis melalui komunikasi intensif dengan tokoh-tokoh Orang Rimba atau SAD serta pihak perusahaan.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk meredam potensi konflik yang terjadi,” kata Erlan.
Namun demikian, situasi sempat memanas saat terjadi kesalahpahaman antara warga SAD dan petugas keamanan perusahaan yang berujung terjadinya konflik secara fisik. Personel Polri yang telah siaga langsung melakukan tindakan cepat untuk mengendalikan situasi.
Dengan sigap, petugas melakukan pengamanan lokasi, memisahkan kedua kelompok, serta membantu evakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan. Bahkan, pada sore hari, Polres Sarolangun langsung meminta bantuan tambahan dari Satuan Brimob Polda Jambi guna memperkuat pengamanan di lapangan.
Tidak butuh waktu lama, kata dia, situasi berhasil dikendalikan, warga SAD kembali ke wilayah nya masing-masing, sementara pihak perusahaan kembali ke area kantor dengan pengamanan ketat dari aparat.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga stabilitas keamanan, sebanyak 26 personel Brimob Polda Jambi juga tiba di lokasi pada Senin dini hari (13/4).
"Personel langsung bergabung dan siaga bersama jajaran Polres Sarolangun untuk mengantisipasi potensi konflik susulan," ujarnya.
Selain fokus pada pengamanan, Polri juga menunjukkan kepedulian terhadap korban dengan melakukan evakuasi dan pendampingan medis terhadap warga SAD yang mengalami luka.
Dua korban yang mengalami luka telah dirujuk dan mendapatkan perawatan intensif dengan kondisi saat ini dilaporkan stabil.
Hingga saat ini, situasi di wilayah perusahaan SAL Air Hitam terpantau aman dan kondusif. Personel gabungan masih disiagakan untuk melakukan pemantauan serta menjaga stabilitas keamanan di lokasi.
Erlan menegaskan langkah cepat Polri merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keamanan dan melindungi seluruh masyarakat.
Polri telah turun langsung sejak awal menerima informasi adanya potensi konflik. "Langkah preemtif dan preventif kami lakukan secara maksimal, mulai dari deteksi dini, pendekatan kepada para tokoh, hingga kesiapsiagaan personel di lapangan," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Polri akan terus melakukan penjagaan dan pendekatan persuasif kepada kedua belah pihak agar tidak terjadi konflik lanjutan.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan permasalahan ini kepada Polri. Saat ini situasi sudah terkendali, dan kami pastikan personel tetap siaga untuk mencegah terjadinya konflik susulan,” kata Kombes Pol Erlan.
Selain itu Polda Jambi juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga situasi Kamtibmas di wilayahnya sehingga bisa kondusif dan aman.
Kemudian jangan mudah terprovokasi dengan adanya informasi dan berita - berita yang belum tentu kebenarannya,
“Masyarakat juga dapat menggunakan layanan call center polri 110 sebagai sarana untuk memberikan informasi maupun melaporkan gangguan kamtibmas kepada Pihak Polri dan tentunya setiap laporan akan langsung diterima dan ditindaklanjuti oleh petugas, serta terekam dalam sistem untuk memastikan pelayanan yang cepat dan responsif. “tutupnya.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026