Jambi (ANTARA) - Salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Wirakarya Sakti (WKS) terus memperkuat kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi terjadi pada tahun ini.

Menghadapi karhutla tahun ini, kami menerapkan strategi empat pilar Integrated Fire Management, yang di antaranya adalah prevention (pencegahan), preparation (persiapan), early detection (deteksi dini), dan rapid response (respon cepat), kata Head of Fire Operation Management (FOM) PT WKS Destian Nori, di Jambi, Senin.

Ia menjelaskan, pada pilar pencegahan, PT WKS melakukan sosialisasi dan penyadartahuan kepada berbagai pihak, dimulai dari pelajar, karyawan dan mitra kerja, serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan lindung dan wilayah operasional perusahaan.

Dalam hal ini, PT WKS juga turut berkolaborasi dengan Forum Penanggulangan Risiko Bencana Provinsi Jambi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla.

Kemudian pada pilar persiapan, perusahaan melakukan patroli intensif serta memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan karhutla dalam kondisi siap untuk digunakan atau Ready To Use.

Personel terlatih juga diutus untuk semakin mempersiapkan diri melalui kegiatan pelatihan Incident Command System, sehingga dapat bergerak terstruktur dan terkoordinasi ketika berada di lokasi rawan karhutla.

Sedangkan pada pilar early detection atau deteksi dini, dilakukan pemantauan titik-titik api (hotspot) melalui menara, drone, dan CCTV yang terpasang di areal kerja perusahaan.

Titik hotspot dapat dimonitor secara real-time melalui Situation Room dan diamati melalui Pos Pantau.

Selanjutnya, pilar terakhir yaitu rapid response atau respon cepat untuk mengatasi pemadaman api, PT WKS menyiapkan dua unit Helicopter Waterbombing dengan jenis Bell 412 yang dapat digunakan untuk menampung kapasitas air sebanyak 1.000 liter serta jenis Kamov dengan kapasitas sebesar 4.000-5.000 liter.

Kesiapsiagaan menjadi prioritas utama dalam menghadapi musim kemarau.

"Perusahaan HTI itu akan memastikan seluruh personel terlatih, sarana dan prasarana serta sistem yang kami terapkan untuk mengendalikan kebakaran dalam kondisi siap siaga serta cepat merespons setiap potensi karhutla secara tepat dan terkoordinasi," jelasnya.

Menurut dia, kesiapsiagaan ini menjadi prioritas utama supaya tercapai Jambi bebas asap.

Perusahaan juga menyiagakan tiga tim reaksi cepat yang terdiri atas total 21 personel terlatih untuk memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.

Selain itu, PT WKS juga melibatkan masyarakat sebanyak 50 orang sebagai bagian dari personel Masyarakat Peduli Api (MPA). Kemudian tim tambahan sebanyak 84 orang yang merupakan bagian dari masyarakat sekitar untuk turut berperan dalam kesiapsiagaan dan penanggulangan karhutla.

Melalui rangkaian strategi dari keempat pilar ini, kata dia, PT WKS menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meminimalisir risiko karhutla di kawasan hutan Provinsi Jambi.

Dengan mengedepankan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan karhutla secara lebih menyeluruh.

"Perusahaan percaya bahwa sinergi yang kuat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan," ujarnya.

 

 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026