Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tengah menyiapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem.
"Sampai hari ini baru dua kabupaten yang suratnya sudah naik ke bupati yaitu Kabupaten Batang Hari dan Muaro Jambi. Hari Senin (20/4) jika dua SK (Surat Keputusan) itu sudah diserahkan ke BPBD Provinsi Jambi, kami naikkan status menjadi siaga darurat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah di Jambi, Kamis.
Bilamana status sudah dinaikkan, kata dia, pemerintah tinggal menyusun perkuatan personel untuk bergerak di lapangan.
Untuk meningkatkan status tersebut, kata dia, minimal ada dua usulan dari kabupaten/kota. Sejauh ini Kabupaten Batang Hari dan Muaro Jambi telah menyatakan kesiapan mendorong status penanganan karhutla di Jambi dari kesiapsiagaan menjadi siaga darurat.
Menurut prakiraan BMKG, lanjutnya, periode April hingga Mei hujan dengan intensitas rendah hingga lebat masih berpotensi terjadi di Jambi, terutama di bagian barat meliputi Kabupaten Merangin dan Bungo.
Meski masih memiliki potensi hujan hingga bulan depan, Pemprov Jambi tetap mengambil langkah antisipasi berupa rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bekerja sama dengan perusahaan perkebunan dan kehutanan.
Operasi tersebut akan menyasar kawasan rawan kebakaran, terutama di wilayah gambut. Hanya saja, kata dia, terkait mekanisme modifikasi cuaca, pihaknya baru akan melakukan jika sudah ditemukan awan yang mengandung air cukup.
Berdasarkan data sebaran lahan gambut di Provinsi Jambi mencapai 491.131 hektare, dengan rincian Kabupaten Muaro Jambi 202.133 hektare, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 100.287 hektare, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur 152.123 hektare.
Kemudian Kabupaten Tanjung Jabung Sarolangun 30.152 hektare, Kabupaten Merangin 1.390 hektare, Tebo 200 hektare, Kerinci 4.404 hektare, Sungai Penuh 439 hektare
"Terkait OMC, nanti kita lihat situasi ada bibitnya, kalau minggu depan ada bibit pasti dilakukan. Jadi OMC tidak bisa langsung harus melihat bibitnya dulu," ungkap Bachyuni.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026