Kota Jambi (ANTARA) - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jambi mendorong penggiat seni memanfaatkan dana abadi Indonesia Raya untuk kegiatan pelestarian dan promosi kebudayaan.

"Dana Indonesia Raya merupakan dana yang diakumulasikan dalam bentuk dana abadi yang hasil kelolanya digunakan untuk mendukung kegiatan kemajuan kebudayaan," kata Kepala BPK Jambi Yanto HM Manurung di Jambi, Minggu.

Menurut Yanto, penyelenggaraan pagelaran musik etnik dan pertunjukan lain yang diinisiasi oleh seniman lokal merupakan langkah nyata dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan seni tradisional di tengah gempuran zaman, karena musik etnik bukan sekadar hiburan, melainkan identitas bangsa yang mencerminkan kearifan lokal dan sejarah.

Terutama, lanjut dia, bagi generasi muda agarmemiliki rasa cinta dan bangga terhadap budaya sendiri. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai media edukasi, sekaligus diplomasi budaya.

Lebih jauh ia mengatakan antusias penggiat budaya sangat membanggakan dari total 3.557 penerima bantuan di seluruh Indonesia, Jambi berhasil meloloskan 85 penerima manfaat.

Ia berharap melalui dukungan dana stimulasi dari pemerintah ini, para seniman di Jambi dapat terus berinovasi dan berkreativitas tanpa meninggalkan akar tradisi.

Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku seni, kata dia, kekayaan budaya Jambi diharapkan dapat terus lestari dan dikenal luas secara nasional maupun internasional.

"Dana tersebut merupakan ditujukan untuk mendukung pemajuan kebudayaan, baik bagi perorangan, kelompok, komunitas, maupun lembaga adat," ucapnya.

Penerima manfaat dana Indonesia Raya Sesde Seharja menambahkan pagelaran musik etnik yang diselenggarakan bertujuan mengaktifkan kawasan Tugu juang Kota Jambi sebagai ruang publik untuk kegiatan seni, budaya, sehingga kawasan tersebut bisa tumbuh memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Selain musik etnik, pelestarian budaya melalui dana Indonesia Raya turut menampilkan sejumlah kesenian meliputi tari tradisional kreasi yang dipersembahkan tim kesenian SD Negeri 216 Kota Jambi, Tari tradisi Asyiek dari Sanggar Koto Limau Manih Kabupaten Kerinci, dan penampilan kelompok musik etnik kontemporer dari komunitas Gong Buleuh Sakti Alam Kerinci.

Staf Ahli Gubernur Jambi bidang kemasyarakatan dan SDM Ferry Kusnadi menilai pelestarian budaya sangat penting dan wajib dijaga untuk kepentingan bersama terutama generasi muda.

Pemilihan lokasi kawasan tugu juang, menurutnya, sangat tepat sebagai ruang terbuka, tempat berkumpul sehingga diharapkan dapat menciptakan sebaran kantong ekonomi baru melalui pertunjukan seni dan kebudayaan yang sifatnya rutin dan terukur.

"Mudah-mudahan dengan agenda seperti ini menjadi destinasi baru yang mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat luas, tidak hanya pelaku seni tetapi sampai ke UMKM," harap dia.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026