Jambi (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar meminta para tokoh agama untuk memberikan pemahaman yang bijak kepada masyarakat terkait dampak konflik global yang terjadi saat ini.
Hal itu disampaikan Irjen Pol Krisno H. Siregar saat melakukan silaturahim dengan pengurus Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jambi, Selasa.
“Dampak konflik global tersebut dapat memengaruhi harga minyak dunia, bahan bakar minyak (BBM), inflasi, hingga daya beli masyarakat," katanya.
Oleh karena itu, diperlukan peran semua pihak, termasuk tokoh agama, untuk memberikan pemahaman yang bijak kepada masyarakat.
Kapolda menegaskan tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga kesejukan dan persatuan.
Ia mengajak seluruh pengurus HKBP untuk bersama-sama menyampaikan pesan damai agar umat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang, terutama di era digital.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Tugas ini bukan hanya milik kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami juga terbuka terhadap saran dan masukan demi terciptanya situasi aman dan kondusif di Provinsi Jambi,” kata Kapolda.
Kegiatan silaturahmi ini berlangsung akrab dan diharapkan memperkuat sinergi antara Polri dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Kapolda menyampaikan bahwa komunikasi yang harmonis dengan tokoh agama adalah bagian dari upaya Polri membangun kedekatan dengan masyarakat.
Ia berharap tokoh agama dapat menjadi sistem pendingin (cooling system) di tengah masyarakat, terutama dalam menyikapi isu global maupun perkembangan teknologi yang sangat cepat.
Polda Jambi berkomitmen untuk terus hadir dan membuka ruang dialog guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Pewarta: Nanang MairiadiEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026