Kota Jambi (ANTARA) - Gubernur Jambi Al Haris menilai ekonomi syariah memiliki peran strategis sekaligus menjadi pilar utama dalam meningkatkan pertumbuhan daerah secara inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
"Dulu ekonomi syariah mungkin dianggap sebagai pelengkap, namun sekarang sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Banyak pelaku usaha dan masyarakat yang menginginkan sistem yang sesuai dengan prinsip syariah," kata Al Haris di Jambi, Rabu.
Menurut gubernur, ekonomi dan keuangan syariah memiliki peranan penting, strategis, dan fundamental bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Kehadiran ekonomi syariah bukan sekadar alternatif, melainkan telah berkembang menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi.
Apalagi, dalam kegiatan bertajuk Siginjai Fest 2026, terdapat keterlibatan 77 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di bidang makanan dan minuman, kain tradisional (wastra), kerajinan tangan (kriya), serta komoditas kopi unggulan.
Al Haris mengapresiasi Bank Indonesia yang tidak hanya fokus pada kebijakan moneter, tetapi juga turun langsung ke masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan ekonomi syariah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen yang dicanangkan pemerintah pusat.
Gubernur optimistis pameran tersebut berkontribusi penting bagi pencapaian target nasional. Saat ini, pertumbuhan ekonomi Jambi berada di angka 4,93 persen.
Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, Al Haris mengajak masyarakat Jambi untuk mengubah pola konsumsi dengan memprioritaskan produk dalam negeri.
Siginjai Fest yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi ini diharapkan menjadi wadah diskusi mengenai hal-hal yang perlu dibenahi di sektor UMKM agar lebih berdaya saing.
Melalui gerakan cinta produk lokal, UMKM diharapkan menjadi motor penggerak utama bagi kebangkitan ekonomi daerah.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Provinsi Jambi optimistis kolaborasi antara pemerintah, instansi vertikal, dan masyarakat akan membawa dampak positif bagi kemajuan ekonomi daerah.
"Mari kita beli produk dalam negeri, biasakan membelanjakan uang kita untuk barang dari dalam negeri sendiri. Jangan hanya bangga memakai merek luar negeri," ajak Al Haris.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026